BOGOR-RADAR BOGOR, Pola asuh anak di era digital, bukan perkara mudah. Karena itulah, perlu ilmu parenting dalam menghadapinya. Pemerintah Desa Pengasinan Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, menyelenggarakan seminar parenting dengan tema ‘Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digitalisasi’.
Baca Juga : Kolaborasi dengan Griya Harmoni Terapi, Seminar Parenting Radar Bogor Bahas Cara Mendidik Anak yang Benar
Kegiatan ini dilaksanakan atas kepedulian pemdes terhadap masalah anak dan remaja di Bogor, khususnya di Desa Pengasinan. Seminar Parenting ini bersinergi dengan mengundang seluruh PAUD, TK dan RA se Desa Pengasinan dan para penggerak PKK dengan Pemateri Bidan Shelviana Handayani, dari Puskesmas Gunungsindur.
Acara berlangsung lancar diawali sambutan Kades Pengasinan Nurholis, Ketua PKK Desa Pengasinan Yeni Nuraeni dan sambutan serta arahan khusus Ibu Sekcam Kecamatan Gunungsindur Fatimah. Acara ini juga dihadiri Sekretaris Desa Pengasinan Irvan Ruswandi.
Dalam materi parentingnya, Bidan Shelviana mengatakan bahwa begitu banyak permasalahan anak dan remaja yang berkaitan dengan keluarga, baik meliputi Kesehatan maupun bersentuhan dengan digitalisasi. Permasalahan anak dan remaja yang erat kaitannya dengan digitalisasi di antaranya adalah pornografi, perjudian, tayangan kekerasan, penipuan, kecanduan internet atau adiksi gadget dan cyberbullying. “Tekhnologi informasi dan komunikasi memiliki peran positif, akan tetapi dapat menjadi negatif dan bahaya besar pada anak dan remaja jika tidak terdapat pendampingan dari orang tua dan guru,” ungkap dia.
Dikatakan Bidan Shelviana bahwa pemisahan agama dan kehidupan pun menambah beban berat, tatkala permasalahan itu melanda selain peran orangtua, peran lingkungan, pendidikan serta peran negara. “Mengacu pada tujuan strategi nasional di antaranya menurunkan prvalensi stunting, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, meningkatkan akses air minum dan sanitasi, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi serta perbaikan pola asuh,” jelas dia.
Maka, lanjut Shelvi, orang tua dan pendidik dapat mengambil peran tujuan strategi nasional tersebut dengan meningkatkan pola asuh, asih dan asah sehingga anak dan remaja dapat sehat, baik secara fisik, mental saat ini dan masa mendatang.
Acara diakhiri dengan tanya jawab dan foto bersama. “Harapan baik pendidik dan orangtua dapat bersinergi dalam tumbuh kembang anak dan remaja, Di mana tugas itu tentu bukan hanya menjadi milik pendidik, tapi juga orangtua. Di mana ibu berperan sebagai madrasah utama,” tegas Shelvi.(*pia)
Editor : Pipin
Editor : Administrator