Selain diikuti oleh seluruh guru bimbingan dan konseling (BK) di semua unit pendidikan SIT Ummul Quro Bogor, acara ini pun diikuti oleh guru-guru dari berbagai sekolah di Jabodetabek, dan daerah lainnya. Tidak kurang dari sekitar 50 orang guru mengikuti kegiatan workshop ini.
Dalam sambutan pembukaan acara tersebut, Dr. H. Syamsuddin Harun, M.Pd, Ketua 1 Yayasan Ummul Quro Bogor menyampaikan, betapa pentingnya pegetahuan dan kemampuan bimbingan dan konseling ini bagi seorang guru.
Menurutnya, bahkan setiap guru sejatinya harus memiliki skill ini.
"Saya pernah kuliah S1 pada jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) atau Bimbingan dan Konseling selama 8 semester. Saya memahami bahwa urgensi bimbingan dan konseling menjadi satu kesatuan dengan pengajaran dalam keutuhan pengertian dan konsep pendidikan," ujar Syamsuddin.
Namun lebih jauh menurut Syamsuddin, manfaat dari bimbingan dan konseling ini sebetulnya bukan hanya sekedar untuk menangani masalah siswa tapi bisa lebih jauh dari itu.
"Urgensi bimbingan dan konseling bukan sekedar menangani siswa bermasalah, tapi lebih dari itu suatu upaya yang komprehensif untuk mengoptimalisasi potensi siswa, agar tumbuh dan berkembang, baik pada aspek pribadi, akademik, dan sosial," ungkap Ketua 1 Yayasan Ummul Quro Bogor itu.
Acara workshop SIT Ummul Quro Bogor ini juga didampingi dan dibimbing langsung oleh psikolog Aini Zakiyah, senior konsultan psikolog di Allsmart Indonesia, serta Trainer JSIT Indonesia Pusat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga