RADAR BOGOR, Komisi IV DPRD Kota Bogor, menggelar rapat kerja terkait sosialisasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bogor tahun ajaran 2024, Senin (27/5/2024).
Rapat kerja Bersama Dinas Pendidilan (Disdik) dan Komite Sekolah SD se-Kota Bogor itu berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan, rapat kerja dengan melibatkan 208 Komite Sekolah ini untuk membahas terkait sejauh mana sosialisasi PPDB 2023/2024 yang diterima wali murid.
"Dengan RDP (rapat dengar pendapat) kita ingin mengetahui sejauh mana masyarakat mengetahui ada berapa zona sampai hari ini. Misal dijalur afirmasi dari 15 jadi 20 persen. Zonasi dari 55 jadi 50 persen," kata Akhmad Saeful Bakhri kepada Radar Bogor.
Menurut dia, sosialisasi terkait pelaksanaan dan skema pelaksanaan PPDB ini supaya ada pemerataan dalam pendidikan. "Supaya tidak terjadi lagi hal-hal tidak diinginakn seperti tahun lalu," terangnya.
"Kita ingin melibatkan dinas dan instansi terkait verifikasi kependudukan. Misal baru pindah KK, validasinya seperti apa, itu nanti Disdukcapil. Afirmasi ke Dinsos masuk gak ke DTKS. Japres ya ke Koni," ucap pria yang kerap disapa ASB.
Dia menyampaikan, ada beberapa dinas selain Disdik Kota Bogor, yang nantinya saling terkait mulai dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Kemudian, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, hingg Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor.
Salah satu masukan dari masyarakat adalah ada keinginan pembangunan sekolah baru di Bogor Selatan yang saat ini keberadaan sekolah setingkat SMPN dinilai belum dapat memenuhi kebutuhan warga di sana.
"Mereka miris kenapa pembangunan sekolah baru dilakukan di Tanah Sareal, kita sampaikan tahun ini kita komitmen ada pembangunan sekolah baru di Bogor Utara, dan Bogor Timur, besok baru ke Selatan," ucapnya.
Lebih lanjut, ASB menjelaslan rata-rata daya tampung masing-masing SMP Negeri adalah 288 siswa. Sedangkan, Disdik mencatat jumlah lulusan SD sebanyak 17.000 siswa.
"Jumlah kursi cuma (sekitar) 6.000. sedangman sekolah terpadu atau SMPN 21 yang baru saja hanya menampung 160 siswa," ucapnya. (ded)
Editor : Alpin.