Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lewat Dongeng, Radar Bogor Ajak Siswa SDIT Al Madinah Hindari Bullying

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 29 Mei 2024 | 21:44 WIB
Mengenal Bahaya Perundungan atau Bullying di Sekolah Dasar di Bogor.
Mengenal Bahaya Perundungan atau Bullying di Sekolah Dasar di Bogor.

RADAR BOGOR - Banyaknya kasus bullying, membuat Radar Bogor ikut bergerak memberikan edukasi menyenangkan ke pelajar, salah satunya dilakukan di SDIT Al Madinah, Kabupaten Bogor.

Kegiatan edukasi soal bullying ini diikuti ratusan siswa kelas 1 SDIT Al Madinah ini digelar di Ruang Cinematography SIT Madinah, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (29/5/2024).

Koordinator Liputan Radar Bogor Imam Rahmanto mengatakan, kegiatan yang dilakukan di SDIT Al Madinah ini bertujuan agar para siswa bisa menghindari bullying terhadap sesama.

Sebab, bullying merupakan perilaku yang tidak baik, sehingga harus dihindari.

"Kami berharap anak-anak yang mendapatkan edukasi ini bisa mulai menanamkan di benaknya untuk bermain tanpa saling merendahkan atau mengejek satu sama lain," kata Imam.

Imam juga berterima kasih kepada Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Korwil Bogor Raya Depok, yang mendukung kegiatan ini dan pihak sekolah yang berkenan dikunjungi Radar Bogor.

Dalam edukasi ini, Radar Bogor mengundang Pendekar Dongeng Indonesia, Kang Didin sebagai pemateri.

Imam berharap dengan cara mendongeng dan bernyanyi yang dilakukan Kang Didin, edukasi yang diberikan kepada siswa bisa diterima.

"Anak-anak tentunya belum bisa mendapatkan edukasi yang berat sehingga harus diberikan secara ringan dan mudah dicerna. Mendongeng dan bermain bersama merupakan cara efektif yang bisa dilakukan," tambah Kang Didin.

Sepanjang acara berjalan pun para siswa begitu antusias. Sebab, edukasi yang diberikan pemateri melalui mendongeng, bernyanyi, dan bermain bersama.

Bahkan siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari pemateri, diberikan hadiah sehingga kemeriahan semakin terasa.

Kang Didin sendiri dalam penampilannya, menceritakan seekor kura-kura yang diejek seekor monyet.

Namun, monyet itupun terjatuh akibat mengejek kura-kura. Melalui cerita tersebut, Kang Didin menjelaskan bagaimana sikap bullying bisa mencelakakan diri sendiri, sehingga harus dijauhi.

"Anak-anak akan terlihat senang dengan pembawaan seperti ini, karena tidak berat tapi mengundang tawa dan senyum," katanya.

Selain itu, Ia mengatakan, usia anak-anak kelas 1 SD yang diberikan edukasi ini merupakan masa transisi dari PAUD ke SD dan terkadang mengalami pergeseran moral.

Hal ini disebabkan kebiasaan penggunaan gadget berlebihan dan tanpa pengawasan orang dewasa.

"Banyak tayangan yang tanpa filter, tanpa sensor, maka munculah menghardik, mengejek, menghina dan sebagainya. Mungkin orang dewasa mengerti kalau ini bully, tapi anak SD itu tidak tahu," ungkap Didin.

Hal itulah, yang coba diedukasi Radar Bogor dan Kang Didin, lewat dongeng.

Dongeng tersebut berisi nasehat agar anak-anak tidak saling mengejek, menghina terkait yang terjadi pada temannya. Mereka seharusnya saling mengormati dan berkawan baik.

"Apalagi saat ini ada pelajaran profil pelajar Pancasila, jadi saya coba jelaskan juga untuk saling menghormati, baik itu sebagai sesama maupun yang lebih tua," ujarnya.

Lebih jauh, ia menyebut anak-anak usia kelas 1 SD ini seharusnya lebih banyak disibukkan dengan hal-hal positif. Agar menghindari terlibat dalam bullying antar sesamanya.

"Pembelajaran atau aktivitasnya bisa melalui bermain dan cerita atau mendongeng. Sehingga isinya lebih kepada mengingatkan untuk saling menghormati dan menghargai," ungkap Didin. 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #SDIT Al Madinah #bullying