RADAR BOGOR, Jelang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024, warga Desa Cimnggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, kembali merasakan sulitnya mengakses SMAN 1 dan SMKN 1 Bojonggede.
Sistem zonasi yang merupakan kuota terbesar dalam PPDB dianggap merugikan warga Cimanggis. Sebab, banyak warga yang tidak bisa masuk karena tidak masuk zonasi.
Bahkan, beberapa warga yang mendapat rekomendasi dari Kades Cimanggis juga tidak bisa masuk PPDB jalur zonasi.
"Saya kecewa terhadap SMKN 1 dan SMAN 1 Bojonggede. Padahal, program almarhum Haji Acang Anwar membangun SMKN 1 Bojonggede tujuannya untuk masyarakat sekitar," ujarnya Kepala Desa Cimanggis, Abdul Azis Anwar kepada Radar Bogor, Minggu (9/6/2024).
Kades mendorong dan pengajuan dibangunkan SMAN 1 Bojonggede saat itu kepada Bupati Bogor, Rahmat Yasin untuk masyarakat sekitar sesuai peraturan zonasi.
Azis herang kenapa masyarakat Desa Cimanggis sangat sulit masuk SMKN 1 Bojonggede dan SMAN 1 Bojonggede.
Semua warga yang direkomendasi Kepala Desa Cimanggis tak satupun yang diterima di SMKN 1 Bojonggede dan SMAN 1 Bojonggede.
"Tolong hargai perjuangan bapak saya mengusahakan adanya SMKN 1 Bojonggede, supaya warganya tidak sekolah jauh-jauh. Saya akan melaporkan hal ini ke Pj Bupati dan Disdik Jabar," tegasnya.
Saat warga membutuhkan tambahan sekolah, Kades Cimanggis mengaku ikt berjuang untuk bisa membangun SMAN 1 Bojonggede.
Setelah mendapat dukungan Bupati Bogor, akhirnya berdiri SMAN 1 Bojonggede di lahan PT Riskon.
Kades Cimanggis menegaskan, itu mutlak dirinya yang berjuang dan memohon lahannya kepada perusahaan.
"Ini agar masyarakat Desa Cimanggis tidak sekolah jauh-jauh. Ironisnya sekarang malah tidak ada yang lolos," kesalnya.
Bahkan, kata Azis, warga yang mendapat rekomendasi dari dirinya sebagai Kepala Desa Cimanggis juga sama tidak diterima di kedua sekolah negeri itu.(abi)
Editor : Alpin.