Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita Soal Jalur Zonasi PPDB Bogor di Wilayah Ini, Banyak Warga Tak Memaksa Masuk Sekolah Negeri

Arif Al Fajar • Rabu, 12 Juni 2024 | 17:12 WIB

 

PPDB tingkat SMA/SMK jadi perhatian serius Pemprov Jabar.
PPDB tingkat SMA/SMK jadi perhatian serius Pemprov Jabar.

RADAR BOGOR - Jalur zonasi pada proses PPDB, termasuk di Bogor, selalu menimbulkan polemik.

Banyak yang mengakali jalur zonasi PPDB, tapi berbeda dengan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Di Leuwiliang Bogor, jalur zonasi PPDB terbilang kondusif.

Meski jumlah SMA dan SMK negeri di sana hanya 1, tapi tidak menimbulkan dugaan-dugaan kecurangan.

Kondisinya kondusif, dan berjalan lancar.

Hal itu diutarakan Camat Leuliwiang WR Pelitawan kepada Radar Bogor Rabu (12/6/2024).

Dia mengatakan, jumlah sekolah SMA dan SMK negeri sangat jauh dengan swasta.

Jika tadi sekolah negeri hanya 2, di Leuwiliang, sekolah swasta ada 16.

"Untuk jumlah sekolah negeri memang hanya sedikit, kalah jumlah dengan sekolah swasta," kata Camat Leuliwiang WR Pelitawan.

Kata dia, merujuk data tahun 2023/2024 jumlah siswa SMA negeri di Kecamatan Leuliwiang berada di angka 1.965 siswa.

Kemudian untuk di SMK negeri sebanyak 1.024 siswa.

Sedangkan untuk di SMA swasta, total ada 1.953 siswa, dan di SMK swasta total ada 2.218 siswa.

Jika ditotal, yang sekolah di SMA dan SMK negeri itu ada 2.989 siswa. 

Sedangkan di swasta itu ada 4.171 siswa. 

Untuk Madrasah Aliyah, jumlahnya hanya 386 siswa.

Kata dia, selain karena faktor jumlah sekolah swasta lebih banyak, sistem zonasi membuat banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. 

Apalagi saat ini, banyak orang tua yang beranggapan sekolah swasta juga lebih bagus dibandingkan di sekolah negeri. 

"Jadi banyak juga yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang diluar Kecamatan Leuliwiang," tuturnya.

Sementara itu Erna, salah satu warga Desa Leuwiliang mengaku, tak memaksakan anaknya diterima di sekolah negeri. 

Kata dia, saat ini justru pendidikan di sekolah swasta jauh lebih baik ketimbang di sekolah negeri.

Sehingga ia tidak terlalu khawatir jika anaknya masuk sekolah swasta.

Baca Juga: Bells Place Sentul, Staycation Kids Friendly Mulai Rp 299 Ribuan dan Nikmati Keindahan Tiga Gunung Sekaligus

"Daripada buang-buang waktu daftar ke negeri, karena zonasi gak sudah pasti gak lolos, mending dari awal saja daftarkan ke swasta," katanya kepada Radar Bogor.

Ia mengaku, dari lima anaknya, tiga di antaranya sekolah di sekolah swasta, dari mulai jenjang SMP dan SMA.

"Kalau SD, semuanya negeri, pas SMP dan SMA, ini ada yang ke swasta ada yang ke negeri," tuturnya.

Ia mengaku, ketimbang anaknya dipaksakan masuk ke sekolah negeri dengan cara curang, lebih baik ke swasta. 

"Jangan asal juga, cari yang bagus, walau mahal sedikit gak apa-apa. Alhamdulillah selalu ada rezekinya," ujarnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #jalur zonasi #ppdb