RADAR BOGOR, Upaya menjaga keberadaan tanaman dan kelestarian kawasan hutan sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) perlu dipertahankan guna melindungi habitat dan fungsi-fungsi ekologisnya.
Salah satunya dengan mensosialisasikan jenis-jenis tanaman langka endemik TNGHS, seperti jenis Saninten (Castanopsis argantea) dan Palahlar (Dipterocarpus retusus Bl) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD).
Upaya ini dimaksudkan untuk mengenalkan jenis-jenis tanaman langka endemik TNGHS dan sharing informasi dalam pengembangan persemaian bibit tanaman dan pengelolaan kawasan hutan.
Menurut Ketua MKK Cisangku Hendrik, Saninten dan Palahlar memiliki nilai ekonomi yang baik, permintaannya terus meningkat untuk kegiatan restorasi kawasan, namun sudah mulai langka dan sulit ditemukan disekitar TNGHS.
Oleh karena itu keberadaannya harus dijaga dengan menyediakan bibit tanaman dan melakukan penanaman di sekitar kawasan TNGHS.
Kegiatan sosialisasi dilakukan dosen dan mahasiswa Univeritas Nusa Bangsa (UNB) kepada 27 anggota Kelompok Tani Hutan Model Kampung Konservasi (KTH MKK) Cisangku dan masyarakat.
Sosialisasi juga dihadiri perangkat Aparat Desa Malasari dan staf Seksi Wilayah 2 Bogor TNGHS.
Menurut Ketua Pelaksana, Karmanah, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu wujud pengabdian masyarakat yang penting dilakukan dosen dan mahasiswa UNB guna menyampaikan informasi pengetahuan.
Kegiatan yang mendapatkan dukungan Kemendikbud Ristek Dikti ini juga sebagai wadah belajar bagi dosen dan mahasiswa bersama masyarakat.
"Kami tentunya sangat mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)," terangnya.
Karmanah mengatakan, kegiatan ini juga akan disusul dengan pelatihan-pelatihan dalam pengembangan persemaian bibit kedua jenis tanaman tersebut.(*)