Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Ade Suryani, Mahasiswa Difabel yang Menjadi Wisudawan Terbaik UIKA Bogor dengan IPK 3,75

Reka Faturachman • Kamis, 18 Juli 2024 | 20:40 WIB
Ade Suryani, mahasiswa difabel yang menjadi wisudawan terbaik UIKA Bogor dengan meraih IPK 3,75.
Ade Suryani, mahasiswa difabel yang menjadi wisudawan terbaik UIKA Bogor dengan meraih IPK 3,75.

RADAR BOGOR, Kesungguhan dalam belajar dan keyakinanya pada rahmat Allah berhasil mengantarkan Ade Suryani menjadi lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Mahasiswa difabel (tidak bisa melihat) itu bahkan mendapat predikat cumlaude dan meraih IPK 3,75 di UIKA Bogor.

Wisuda ke-78 yang digelar UIKA Bogor di Gedung Braja Mustika Convention Centre pada Rabu (17/7/2024) dan diwarnai suasana haru.

Pertunjukan menyanyi yang disuguhkan salah satu wisudawati bernama Ade Suryani membuat banyak peserta wisuda berlinang air mata.

Dalam kesempatan itu, Ade mempersembahkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu berjudul One Moment In Time karya penyanyi Amerika Whitney Houston.

Sosok Ade bukanlah wisudawati biasa. Pada wisuda itu, Ade dinobatkan sebagai wisudawan terbaik di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dengan raihan skor IPK 3,75 dan mendapat predikat cumlaude.

Perjalanan Ade untuk meraih prestasi itu di UIKA Bogor tidaklah mudah. Karena UIKA Bogor menjadi tempat pertamanya belajar di dunia luar.

Ade yang merupakan difabel (tidak bisa melihat) sebelumnya tidak pernah bersekolah selain di Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Saya memang baru terjun ke dunia luar pada umumnya, karena biasanya saya di SLB. Alhamdulillah di UIKA saya menambah pengalaman baru untuk saya mulai dari kelas, KKN, sidang hingga wisuda saat ini,” tuturnya.

Ia bercerita, saat pertama kali menimba ilmu di UIKA Bogor dirinya sempat merasa kesulitan. Namun hal itu tak pernah membuatnya berhenti untuk berusaha. Sebab ia yakin jika tidak ada hal yang tidak mungkin jika Allah SWT sudah berkehendak.

“Kesulitan saat saya pertama kali kuliah itu ketika belajar visual karena memerlukan penjelasan yang konkret. Alhamdulillah dosen-dosen dan teman-teman turut membantu. Saya yakin Allah swt itu maha adil dan tidak mungkin tidak bisa terjadi karena kun fayakun kalau menurut Allah swt terjadi ya terjadi. Kita ikhtiar, berdoa baru hasilnya kita serahkan kepada Allah swt,” ujarnya.

Ia amat bangga dengan prestasi yang telah diraihnya saat ini. Ade pun sangat bersyukur karena berkesempatan kuliah di UIKA Bogor.

Menurut dia kampus UIKA membuatnya lebih mendalami Agama Islam dan semakin mendorongnya menggapai cita-cita yang didambakan yakni Guru Agama Islam.

“Saya ingin sekali menjadi guru agama Islam, karena di Bogor sendiri difabel (tidak bisa melihat) sangat jarang ada guru agama Islam. Banyaknya PLB (Pendidikan Luar Biasa) makanya saya terpacu untuk mencari hal yang beda di PAI UIKA Bogor,” ucap Ade.

Ade berharap ke depan UIKA Bogor bisa lebih berkembang dan menyediakan layanan mahasiswa khusus untuk para disabilitas (difabel). Dirinya berdoa UIKA menjadi kampus yang lebih inklusif.(fat)

Editor : Alpin.
#Ade Suryani #uika bogor #wisuda