RADAR BOGOR, Mantan wartawan Radar Bandung, Olih Solihin akhirnya resmi menyandang gelar Doktor dari IPB University Bogor.
Gelar itu akhirnya ia raih setelah berhasil melalui Sidang Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Jumat (19/7/2024).
Dengan hasil ini, Olih menjadi mantan wartawan Radar Bogor Group kedua yang sukses menjadi doktor di kampus yang berlokasi di Kecamatan Dramaga tersebut.
Sidang yang berlangsung di Gedung Sekolah Pascasarjana IPB University itu dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Dr. Sofyan Sjaf. Sidang ini juga diikuti oleh penguji luar Dr. Rieke Diah Pitaloka dan Dr. Annisa Utami Seminar.
Pada sidang itu Olih memaparkan Disertasinya yang berjudul Program Komunikasi dalam Penanganan Tuberkolosis (TBC) di Kota Bandung.
Ia menjelaskan topik itu dipilihnya karena Kota Bandung menjadi kota nomor 2 yang memiliki beban TBC terbesar di Jawa Barat dengan jumlah 8504 pasien di tahun 2020.
"Kami melihat ternyata ada persoalan lain selain medis, yakni persoalan sosial. Sehingga membuat TBC semakin tinggi. Persoalan budaya, malas berobat, malu mengakui TBC membuat penyakit ini menyebar," tuturnya.
"Karena pengidapnya tidak care dan terbuka makanya pemeribtah melakukan upaya pendekatan sosial budaya," tambahnya.
Berdasarkan penelitiannya Olih menyarankan agar tingkat literasi mengenai TBC di masyarakat dapay ditingkatkan. Sehingga kewaspadaan pada TBC dapat menguat namun tanpa membuat masyarakat menjadi abai.
"Apalagi TBC ini bisa disembuhkan dan obatnya ada. Makanya kalau ada yg didiagnosa TBC harus langsung berobat," terang dia.
Gelar baru ini pun disambut suka cita oleh Olih. Ia amat bersyukur dan berterima kasih pada orang tua, istri, anak, dan seutuh pihak yang mendukungnya selama ini.
"Media Radar Bandung dan Radar Bogor Group juga memberi arti luar biasa kepada saya. Karena bisa hadir di kelompok berpikir membuat saya jadi lebih kritis, punya tantangan hidup. Pengalaman menjadi wartawan sangat luar biasa," ujarnya.
Olih berkarir sebagai wartawan di Radar Bandung selama 6 tahun, sejak 2004 hingga 2010. Ia bahkan masih berkarya di dunia jurnalistik meski tak lagi berada di media.
Penguji luar, Dr. Rieke Diah Pitaloka berdoa disertasi yang dilahirkan Olih bisa bermanfaat untuk lenanganan TBC di Indonesia khususnya Bandung.
"Memang perlu secara komprehensif ada payung hukum tentang pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi terhadap tb dari tingkat pusat dan daerah. Mudah-mudahan disertasi ini menjadi naskah akademik Perda hukum atau Perda APBD," tutur wanita yang juga Anggota Komisi VI DPR RI itu.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga