Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Unik, KKNT IPB University Bogor Bikin Program 'SI MBAH', Ini Filosofinya

Rani Puspitasari Sinaga • Minggu, 28 Juli 2024 | 17:50 WIB
Unik, KKNT IPB University Bogor Bikin Program
Unik, KKNT IPB University Bogor Bikin Program

RADAR BOGOR - Kelompok KKNT Inovasi IPB University Bogor menggelar Program Kerja "SI MBAH: SIMPAH SAMPAH JADI BERKAH" bertempat di Dusun Pohbusung, Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 21 Juli 2024.

Kegiatan SI MBAH menghadirkan narasumber dari mahasiswa kelompok KKNT Inovasi IPB University Bogor, di desa Genengsari.

Menurut Koordinator Desa KKNT Inovasi IPB University Bogor, Yosia Fernando Tarigan, program 'SI MBAH' ini bertujuan untuk mengedukasi warga Desa Genengsari, khususnya Ibu-ibu PKK Genengsari, tentang pengelolaan sampah organik dan non-organik yang lebih bermanfaat serta dapat menambah pendapatan warga Desa Genengsari.

Yosia mengatakan, bahwa pengelolaan sampah yang efektif sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Program SI MBAH ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa pengelolaan sampah anorganik dilakukan dengan konsep 5R+1R serta penerapan komunitas bank sampah di Desa Genengsari sebagai upaya untuk mengurangi sampah anorganik dan menambah pendapatan warga desa.

Menurut Ibu Lurah Desa Genengsari program kerja SI MBAH sangat cocok dan tepat dilakukan di Desa Genengsari, mengingat belum adanya pengelolaan sampah yang bijak di Desa Genengsari.

“Bank Sampah dan Maggot ini bisa menjadi inovasi di Desa Genengsari, juga sebagai peninggalan Mahasiswa KKNT Inovasi IPB yang akan berguna bagi perkembangan desa. Maggot ini nantinya bisa kita gunakan di lomba rumah sehat antar desa se kecamatan,” ujar Ibu Lurah Desa Genengsari.

Kegiatan ini mencakup edukasi tentang pengelolaan sampah organik menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF).

Maggot BSF dipilih karena memiliki kemampuan yang cepat dan efektif dalam mengolah berbagai jenis sampah organik.

Hasil dari ternak maggot BSF berupa maggot yang sudah berusia 14-20 hari yang dapat dijadikan pakan ternak unggas dan ikan lele.

Residu yang dihasilkan dari penguraian sampah oleh Maggot BSF dapat menjadi pupuk organik kaya nutrisi yang disebut pupuk kasgot.

Program kerja SI MBAH bertujuan untuk mengedukasi warga Desa Genengsari agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan dapat memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Pengelolaan sampah anorganik menggunakan konsep 5R+1R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Rethink + Refuse) serta penerapan komunitas bank sampah diharapkan dapat mengurangi sampah anorganik yang dibuang dan menambah pendapatan warga melalui penjualan barang daur ulang.

Pengelolaan sampah organik yang diimplementasikan dalam program ini mencakup edukasi tentang penggunaan maggot BSF.

Maggot BSF dapat mengurai sampah organik dengan cepat, menghasilkan maggot yang dapat digunakan sebagai pakan ternak dan residu yang dapat dijadikan pupuk kasgot.

Pupuk kasgot ini kaya akan nutrisi dan dapat meningkatkan kesuburan tanah, sementara pakan ternak dari maggot dapat mengurangi biaya pakan ternak bagi warga.

Dengan program ini, diharapkan warga Desa Genengsari dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar serta dapat memanfaatkan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

Program SI MBAH merupakan langkah nyata IPB University dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan pendidikan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #SI MBAH #ipb university