RADAR BOGOR, Geo textile nonwoven adalah lembaran material yang tersusun acak atau tanpa tenunan (nonwoven) yang memiliki pori-pori dan memiliki sifat tembus air, cahaya dan fleksibel.
Geotextile dapat difungsikan sebagai separator, filtrasi, penyubur tanah dan material substitusi plastik, dapat membantu stabilisasi tanah di dalam pekerjaan teknik sipil, reklamasi tambang, jaring paranet, green pots menggantikan polybag plastik, dan lain-lain.
Berbagai biomasa dapat digunakan sebagai bahan dasar geo textile, tidak terkecuali serat dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) atau masyarakat menyebutnya, tangkos.
Dengan memperhatikan adanya tumpukan TKKS yang belum termanfaatkan secara maksimal pada area perkebunan PT Perkebunan Nusantara 3 Holding Cikasungka disekitar desa Wirajaya, IPB berkolaborasi dengan Universitas Pakuan dan Universitas Nusa Bangsa melalui Program Diseminasi Teknologi dan Inovasi (PDTI) hibah dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian pada Masyarakat, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya untuk kelompok Tani lingkar kebun sawit Desa Wirajaya, Kec. Jasinga, Kabupaten Bogor, tentang Konversi Biomasa Sawit menjadi Geotextile Non Woven untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat Desa Wirajaya Kabupaten Bogor.
Serangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, akan dilaksanakan oleh Tim dalam jangka waktu 4 bulan, Juni-November 2024.
Tim pengabdian PDTI diketuai oleh Dr. Siti Nikmatin, disertai Rima Fitria Adiati, M.T. dan Dr. Ir. Irmansyah, serta Drs. Mahfuddin Zuhri, M.Si dari Departemen Fisika FMIPA IPB University. Sedangkan anggota tim dari Universitas Pakuan , diwakili oleh Asep Denih, Ph.D, Dekan FMIPA, dan dari Universitas Nusa Bangsa diwakili oleh Prof. Dr. Luluk Setyaningsih, Dekan Fakultas Kehutanan.
Kegiatan pengabdian PDTI juga melibatkan mahasiswa dalam pendampingan mitra, sebagai bagian dari perwujudan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Setelah dilaksanakan kegiatan worshop pendahuluan untuk para pendamping, selanjutnya pada Minggu, 28 Juli 2024, dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan perdana untuk kelompok tani mitra ‘Muda Manunggal Alam’ di desa lingkar kebun sawit, Desa Wirajaya tentang tatacara pembuatan geotextile nonwoven dari serat TKKS.
Mengawali pembukaan kegiatan pelatihan, Prof. Dr. Tony Sumaryada, Ketua Departemen Fisika, Fakultas MIPA IPB University, menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan diseminasi teknologi Konversi Biomasa Sawit menjadi Geotextile Non Woven sejalan dengan peran IPB University yang secara konsisten mengupayakan terwujudnya tujuan Pembangunan Berkelanjutan, SDGs, melalui pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan.
Teknologi yang didesiminasikan tersbut merupakan salah satu inovasi hasil riset IPB yang siap untuk diimplementasikan ke masyarakat desa dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan, khususnya pada lingkar desa perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bogor.
Dr. Siti Nikmatin meyakinkan kepada para petani peserta, bahwa biomasa sawit atau TKKS yang akan diolah hingga menghasilkan produk geo-textile nonwoven dapat memiliki nilai jual dan komersialisasi.
Juga memiliki keunggulan fisis-mekanis dibandingkan produk serupa di pasaran yaitu lentur, tidak mudah patah, kuat, ringan, tersedia secara melimpah dan berkelanjutan.
Teknologi proses yang akan digunakan adalah sederhana dan mudah di scale up oleh masyarakat desa, sehingga harga produk akan terjangkau.
Dalam kegiatan pelatihan ini, kelompok tani selain mendapat penjelasan tentang Geotextile non woven dan tatacara pembuatannya dari serat TKKS, juga menerima bantuan peralatan yang digunakan untuk membuatnya.
Yang terdiri atas mesin fibrilasi untuk mengurai serat tangkos menjadi ukuran yang dikehendaki, mesin kompresor untuk membantu meyemprotkan bahan perekat hingga rata dan cepat, serta mesin press roll untuk mem-pres lembaran material serat yang telah diberi perekat latex hingga menjadi lembaran kain tangkos yang kuat.
Kegiatan pelatihan diikuti tidak kurang dari 30 anggota kelompok tani mitra ‘Muda Manunggal Alam’ dari desa lingkar kebun sawit Desa Wirajaya.
Nampak para petani sangat antusias mengikuti setiap tahapan dalam pembuatan geotextile, sejak penataan serat tangkos pada papan membentuk lembaran, penyemprotan perekat latex, penjemuran, pengepresan lembaran kain tangkos, hingga membuat produk turunan dari lembaran kain tangkos berupa polybag bibit.
Bahkan peserta petani juga telah berkreasi memanfaatkan embaran kain tangkos untuk membuat topi.
Ketua kelompok Tani Muda Manunggal Alam’, Alan Dalong bersama Ahlan Fahlevi selaku Pembina kelompok tani, mewakili para anggota, menyampaikan terimaksih yang setinggi tingginya kepada Tim IPB, UNB maupun UNPAK, yang memberikan pelatihan tata cara membuat textile dari tangkos, sekaligus memberikan seperangkat peralatan untuk memproduksi kain tangkos.
Tentu saja hal tersebut akan sangat membantu petani, untuk mempercepat praktik memproduksi kain tangkos secara mandiri.
Pada akhir kegiatan, Dr. Siti Nikmatin berharap para peserta pelatihan dapat segera mencoba dan memanfaatkan serta menjaga secara baik peralatan yang telah diberikan.
Pada tahap berikutnya, petani akan mendapatkan pelatihan lanjutan tentang desain dan digitalisasi marketing produk turunan kain tangkos.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga