Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jadi Tuan Rumah Pameran P2MW, Unpak Bogor Gandeng Unida dan Yarsi Perkuat Mahasiswa Jadi Pengusaha

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 2 Agustus 2024 | 09:06 WIB
Unpak Bogor bersama Unida dan Universitas Yarsi melakukan kolaborasi pameran produk Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Unpak Bogor bersama Unida dan Universitas Yarsi melakukan kolaborasi pameran produk Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

RADAR BOGOR - Universitas Pakuan (Unpak) Bogor jadi tuan rumah pameran produk Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Kegiatan ini digelar di Aula Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kamis (1/8/2024).

Tak sendiri, di kegiatan ini Unpak berkolaborasi dengan dua universitas lainnya yakni Universitas Juanda (Unida) Bogor dan Universitas Yarsi. Selain pameran produk mereka juga mengadakan seminar tentang Impact Enterpreuneurship.

Rektor Universitas Pakuan Didik Notosudjono mengatakan P2MW adalah program kewirausahaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Kegiatan ini merupakan upaya dalam mencetak mahasiswa menjadi wirausaha baru dan penyediaan lapangan pekerjaan.

“Ini sebenarnya kegiatannya sudah 2 tahun kita lakukan. Ini momentum yang cukup bagus untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan mahasiswa,” katanya.

Ia menjelaskan mereka melakukan kolaborasi dengan Unida dan Yarsi agar sinergitas antar universitas bisa terbangun dengan baik. Mahasiswa ketiga kampus juga bisa belajar banyak soal kewirausahaan seperti pengetahuan produk dari awal produksi sampai dipasarkan.

“Mereka diajari membangun sebuah desain produk, mulai dari packaging, mulai dari komposisi dan sebagainya. Jadi tidak hanya konsumtif mereka, tapi dia harus menciptakan sebuah produk baru,” jelasnya.

Jumlah tim yang dihadirkan sendiri 7 tim dari Unpak, 8 tim dari Unida, dan 5 tim dari Yarsi. Mereka merupakan tim P2MW dalam kategori : non digital dan bisnis digital.

“Semua tim ini kita satukan dalam inkubator bisnis jadi ini adalah pilot projek. Harapannya peluang ini akan dilihat dan diikuti oleh mahasiswa lain,” jelasnya.

Inkubator bisnis ini disebut akan membantu pengembangan wirausaha mahasiswa. Mulai dari dibantu pembuatan marketplace dan diberikan jalan untuk kerjasama dengan pemerintah.

"Selain pameran, nanti semua proses yang dilewati akan diabadikan dalam bentuk buku. Ini untuk memotivasi mahasiswa atau kampus agar meningkatkan tim yang bisa ikut kegiatan ini,” ungkapnya.

Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Juanda Muhammad Rendi Ramdhani menuturkan kegiatan ini sangat bermanfaat. Sebab memberikan pembekalan, pengetahuan, keterampilan dan juga kemampuan mahasiswa P2MW untuk meningkatkan kegiatan skill kewirausahaan.

“Ini merupakan persiapan para tim P2MW sebelum menghadapi monitoring evaluasi dari Kemendikbud. Jadi mereka diberikan simulasi monitoring agar lebih siap dan mampu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Inovasi Kreativitas dan Kewirausahaan Universitas Yarsi, Lily Deviastri menginginkan kemampuan dan jaringan mahasiswanya bisa semakin meningkat dengan mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini juga menjadi momen agar bisa meningkatkan prestasi mahasiswa.

“Alhamdulillah tahun ini kita lolos ada lima kelompok di kategori yang berbeda-beda. Ada di jasa perdagangan, manufaktur, dan kuliner,” ungkapnya.

Impact Entrepreneurship kali ini sendiri menghadirkan narasumber langsung dari Kemendikbudristek. Narasumber tersebut memberikan materi soal penguatan nilai dan model bisnis untuk wira usaha mahasiswa.

Ditempat yang sama, Ketua Satgas P2MW Unpak, Bayu Dwi Prasetyo berharap semua yang dilakukan pada kegiatan kali ini akan berdampak ke kesiapan mahasiswa.

Mulai dari seminar, business matching, monitoring, sampai evaluasi yang sudah dilakukan harus menjadi masukan dan perbaikan untuk membuat produk setiap tim semakin bagus kualitasnya.

“Maka bisnis matching itu sangat berperan untuk menilai atau melakukan monitoring dan evaluasi terkait penggunaan dananya sudah sesuai dengan serapan atau tidak. Dan produk ini sudah siap untuk dilaunching atau tidak,” kata Bayu.

Kegiatan ini juga menjadi sangat penting untuk melakukan pengawasan penggunaan anggaran yang diberikan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Makanya kita adakan bisnis matching. Nah kalau untuk workshop, kita ada workshop untuk ilmunya. Nah kalau Jadi ada dua poin,” ucap dia.

Seminar Impact Entrepreneurship kali ini tidak hanya diikuti peserta P2MW, namun juga diikuti oleh para mahasiswa yang berminat untuk menjadi wirausaha dari ketiga kampus dan menghadirkan narasumber langsung dari Kemendikbudristek.

“Narasumber tersebut memberikan materi soal penguatan nilai dan model bisnis agar terbangun bisnis wirausaha mahasiswa yang bertumbuh dan berkelanjutan,” tandas Bayu Dwi Prasetyo.(rp1)

Editor : Dede Supriadi
#yarsi #P2MW #Unida Bogor #UNPAK Bogor #kemendikbud ristek