Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Soroti Dua Penyakit Urgent, Mahasiswa PPK Ormawa Hipmi Unpak Lakukan Pelatihan Pelayanan Kesehatan di Desa Puspasari Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 14:20 WIB
Mahasiswa PPK Ormawa Hipmi Unpak saat melakukan pelatihan pelayanan kesehatan di Desa Puspasari, Kabupaten Bogor.
Mahasiswa PPK Ormawa Hipmi Unpak saat melakukan pelatihan pelayanan kesehatan di Desa Puspasari, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR, Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam PPK Ormawa Hipmi PT Universitas Pakuan (Unpak) menggelar pelatihan pelayanan dan pengembangan kesehatan di Balai Desa Puspasari, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/8/2024).

Adapun untuk materi yang dibahas dalam pelatihan, yakni mengenai tata cara menangani masyrakat yang mengidap dua penyakit urgent yaitu stunting dan hipertensi.

Sehingga dalam pelatihan tersebut, PPK Ormawa Hipmi PT Unpak sengaja mengundang narasumber dari puskesmas dan tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan sosialisasi kepada kader kader posyandu di Desa puspasari.

“Dari Posyandu RW 1, sampai dengan RW 13, dan untuk pesertanya ada 39 sebenernya kita ingin sampe ke rw 15, cuma kemarin ada kendala teknis,” tutur Ketua Pelaksana PPK Ormawa Hipmi Pt Unpak, Yudistira.

Yudistira mengatakan, salah satu alasan pihaknya mengangkat isu mengenai stunting dan hipertensi dalam kegiatannya, lantaran menurutnya indikasi stunting di Desa Puspasari masih banyak yang berada di garis merah.

Sehingga menurut hasil observasinya, Ia menemukan kader posyandunya sendiri banyak yang mengalami kesulitan tentang cara penanganan stunting.

Sementara untuk tema hipertensi sendiri Yudistira mengaku kalau itu merupakan rekomendasi dari puskesmas yang juga memang menjadi isu urgent di tengah tengah masyrakat.

“Karena itu juga lagi banyak orang orang yang terkena hipertensi atau gula tapi kader kader di posyandu ini, mereka belum mengetahui bagaiamana cara menanganinya di masyrakat,” jelas Yudha.

Sehingga dengan adanya kegiatan ini, Yudha berharap kader kader posyandu,ibu ibu PKK, kelompok kerja empat, di Desa Puspasari dapat menekan kasus stunting dan hipertensi sesuai dengan yang diharuskan.

Hebatnya, untuk mencapai harapannya itu, PPK Ormawa Hipmii Pt Unpak ini menggunakan pendekatan yang berbeda dari yang lain, yakni sadulur sehat.

“Kita kan sebagai mahasiswa sedang memerankan tridharma perguruan tinggi dipaling terakhir yaitu advokasi kepada masyrakat, dan gimna caranya kita bisa diterima olehmasyrakat, nah salah satunya yaitu sadulur sehat, kita anggap warga disini merupakan keluarga,” jelas Yudis.

Kegiatan pelatihan pelayanan dan pengembangan kesehatan ini diberi respon positif oleh perangkat Desa setempat, dalam hal ini yaitu Sekertaris Desa Puspasari, Ade Abdul Muchlis.

“Kami dari pemerintah Desa Puspasari sangat mendukung dengan kegiatan yang di adakan oleh ade ade mahasiswa, ini sangat baik dan bagus untuk kader kader posyandu, sehingga kami menyambut baik,” ucap Muchlis.

Sementara untuk kasus anak yang mengidap stunting di Desanya Muchlis mengaku kalau itu tidak ada, akan tetapi untuk indikasi memang ada dan termasuk dalam kategori BGM (Berada Garis Merah).

“Tapi kita pemerintah Desa juga bantuan dari Pemkab Bogor berupaya setiap hari untuk memberikan makanan gratis kepada anak anak yang masuk kategori BGM itu,” tungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#bogor #pelayanan kesehatan #Mahasiswa Unpak