Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tekan Stunting, Tim PKM Dosen UNIDA Bogor Latih Warga Budidaya Sayuran Hidroponik 

Rani Puspitasari Sinaga • Kamis, 22 Agustus 2024 | 17:40 WIB

Tekan Stunting, Tim PKM Dosen UNIDA Bogor Latih Warga Budidaya Sayuran Hidroponik 
Tekan Stunting, Tim PKM Dosen UNIDA Bogor Latih Warga Budidaya Sayuran Hidroponik 

RADAR BOGOR - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar pelatihan teknik budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Desa Cibalung, Kabupaten Bogor pada Rabu (14/8/2024).

Kegiatan yang mengangkattemaPenerapan Teknologi Hidroponik dan Variasi Olahannya sebagai UpayaPeningkatan Ketahanan Pangan dan Pencegahan Stunting di Desa Cibalung, Kabupaten Bogorini, merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan ketahanan pangan UNIDA Bogor.

Menurut data yang diterima UNIDA, Desa Cibalung tercatat sebagai salah satu desa lokus stunting di Kabupaten Bogor, dengan 420 keluarga terindikasi mengalami masalah ini.

Baca Juga: Katanya Ngidam, Ibu Hamil Ikut Demo di Gedung DPR MPR di Jakarta, Begini Ceritanya

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat akibat kekurangan gizi dalam jangka panjangsehingga tidak mencapai kondisi tingggi badan yang normal.

Masalah ini seringterjadi pada anak-anak di daerah dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat, termasuk kurangnya akses untuk mendapatkan makanan yang bergizi. 

Sebagai desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian, Desa Cibalung memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dalam memanfaatkan lahan dan sumber daya alam yang ada.

Namun, kurangnya aksesterhadap teknologi pertanian modern, serta perubahan iklim yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

 Baca Juga: Taman Langit Pangalengan, Surganya Glamping dan Camping Bersama Keluarga, Harga Tiket Masuk Hanya Rp 10 Ribu

Nani Yulianti, S.P., M.Si selaku Ketua Tim PKM dan narasumber utama, menjelaskanbahwa pelatihan ini bertujuan memperkenalkan teknologi hidroponik sebagai solusibudidaya sayuran di lahan terbatas.

Hidroponik merupakan metode bercocok tanamyang tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dilakukan di lahan sempit, bahkan di pekarangan rumah.

Teknologi ini sangat cocok diterapkan di Desa Cibalung yang memiliki keterbatasan lahan pertanian produktif.

 Baca Juga: Ribuan Massa Turun ke Jalan Tolak RUU Pilkada, Megawati Sebut Hati Nurani Rakyat Mulai Bergerak dan Dukung Penuh Putusan MK

"Sistem hidroponik memungkinkan produksi sayuran sepanjang tahun tanpatergantung musim, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizimasyarakat," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim PKM membangun empat instalasi hidroponik dengansistem Deep Flow Technique (DFT) di Desa Cibalung. Setiap instalasi memilikikapasitas 200 tanaman.

Adapun program ini didanai oleh Kemendikbudristek melalui Skema PemberdayaanMasyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Tim PKM akan terus melakukan pendampingandan monitoring hingga akhir tahun 2024, melibatkan mahasiswa serta dosen dariProgram Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FAPERTA) dan Fakultas IlmuPangan Halal (FIPHAL) UNIDA, serta dari IPB University.

Baca Juga: PPI Jepang Nilai Pembangkangan DPR Pertontonkan Pengkhianatannya terhadap Konstitusi Negara, Begini Penjelasan Lengkapnya!

Terima kasih kepada Kemendikbudristek yang sudah mendanai kegiatan pengabdianini  melalui skema PMM. Mudah-mudahan para peserta dapat menerapkanpengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan budidaya sayuran hidroponik, sehingga ini menjadi upaya nyata dalam pencegahan stunting di Desa Cibalung,” ungkapnya.

Kepala Desa Cibalung, Rusyadi, turut mengapresiasi dan menyambut baik inisiasiprogram yang dijalankan oleh Tim PKM Dosen UNIDA.

Ia berharap program ini dapatberjalan dengan baik dan kedepannya pihak Desa dapat memperbanyak instalasi-instalasi hidroponik untuk pengembangan sayuran dalam memenuhi kebutuhan gizimasyarakat terutama yang terindikasi stunting.  

"Selaku Kepala Desa, saya mengucapkan terima kasih atas program yang dilaksanakan di Desa Cibalung terkait penerapan teknologi hidroponik dalam upayapencegahan stunting. Jumlah keluarga yang terindikasi stunting terdapat 420 keluarga, maka dari itu program ini sangat disambut baik oleh Desa Cibalung. Semoga program ini dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

 Baca Juga: Asik Nih, Beli Paket pakai DIGI Dapat Tambahan Pulsa

Hal senada diungkapkan Ketua PKK Desa Cibalung, Lilis, yang menyampaikan bahwapelatihan ini memberikan wawasan dan keterampilan baru yang bermanfaat bagiwarga, khususnya anggota PKK.

Semoga program ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara luas di kalangan ibu-ibu PKK, sehingga dapat mendukung upaya peningkatan gizi keluargadan pencegahan stunting di Desa Cibalung,” ungkapnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#sayuran hidroponik #stunting #Unida Bogor