RADAR BOGOR - Mahasiswa IPB University mengadakan Kuliah Kerja Nyata Tematik atau KKN-Tematik, di Desa Mekarjaya, Sukabumi.
Kegiatan ini melibatkan berbagai aktivitas yang dirancang untuk menyelesaikan masalah spesifik yang dihadapi masyarakat Desa Mekarjaya, serta pemberdayaan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik.
Desa Mekarjaya adalah desa yang terletak di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Desa ini berada 800 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 3.300-3.500 mm per tahun dan suhu rata-rata harian 27°C.
Desa Mekarjaya terletak di bawah kaki Gunung Halimun Salak. Sebagian besar wilayah desa ini perbukitan yang terdiri dari pertanian, perkebunan, serta hutan dengan kondisi tanah yang subur sehingga membuat desa ini menjadi penghasil sumber daya alam.
Pemetaan Desa Menggunakan ArcGIS
Salah satu pencapaian signifikan dari tim KKNT adalah pemetaan desa yang melibatkan peta batas wilayah dan peta rawan erosi, yang dibuat menggunakan perangkat lunak ArcGIS.
Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi batas-batas wilayah desa dan area yang rentan terhadap longsor.
Dengan adanya peta ini, masyarakat dapat lebih memahami risiko erosi di wilayah mereka serta mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi dampak bencana alam.
Informasi ini juga membantu dalam perencanaan pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Program Ekoenzim dari Sampah Organik
Dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah dan mendukung pertanian lokal, tim KKNT meluncurkan program ekoenzim yang mengolah sampah organik atau limbah dapur menjadi pupuk tanaman organik.
Baca Juga: DPR Batalkan Revisi RUU Pilkada, Langkah Kaesang Maju Pilkada Serentak 2024 Kandas
Program ini sangat relevan bagi masyarakat Desa Mekarjaya yang sebagian besar terlibat dalam pertanian dan peternakan.
Dengan memanfaatkan ekoenzim, masyarakat dapat mengolah sampah organik secara mandiri menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman mereka, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta mengurangi dampak lingkungan dari limbah.
DAPESTA: Daun Pepaya sebagai Pestisida Nabati
Salah satu inovasi menarik yang diperkenalkan adalah DAPESTA, atau Daun Pepaya Pestisida, yang memanfaatkan daun pepaya yang melimpah di desa sebagai bahan dasar pestisida nabati.
Program ini bertujuan mengatasi masalah hama tanaman yang sering mengganggu hasil pertanian para petani desa dan mengedukasi masyarakat setempat mengenai pemanfaatan daun pepaya sebagai biopestisida.
Dengan adanya pestisida nabati, petani dapat menggunakan pestisida daun papaya sebagai alternatif dalam meminimalisir hama tanaman dan berperan dalam pengurangan pemakaian pestisida kimia.
Mekarjaya Mengajar: Menambah Wawasan Anak-Anak
Selain program-program teknis, KKNT juga menyelenggarakan kegiatan edukasi untuk anak-anak melalui program Mekarjaya Mengajar.
Kegiatan ini dilakukan selama liburan sekolah dengan mengundang anak-anak PAUD dan SD untuk bermain dan belajar di posko KKNT.
Program ini bertujuan untuk memberikan motivasi, menambah wawasan, dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak desa, serta memperkuat ikatan antara tim KKNT dan masyarakat setempat.
Sosialisasi Manajemen dan Kesehatan Ternak
Program utama yang mendapat perhatian khusus adalah sosialisasi manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Peternakan dan UPTD Peternakan di Cicurug.
Acara ini diselenggarakan di Balai Sawala Desa Mekarjaya dan dihadiri oleh drh. Kodrat selaku dokter hewan dari UPTD Peternakan sebagai narasumber.
Sosialisasi ini memberikan wawasan tentang manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak, serta pemberian obat cacing, dan penyuntikan vitamin untuk ternak.
drh. Kodrat menjelaskan tentang pemenuhan kebutuhan ternak seperti pakan, minum, dan vitamin. Setelah sosialisasi dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pemberian obat cacing secara oral dan penyuntikan vitamin ternak.
Peserta juga dianjurkan untuk menghubungi UPTD Peternakan untuk layanan penyuntikan vitamin dan pemberian obat cacing untuk ternak secara profesional.
Sebagai dampak langsung dari sosialisasi, peternak lokal seperti Bapak Herman melaporkan perubahan positif pada ternaknya.
Setelah menerapkan pengetahuan yang didapat, tekstur feses ternak menjadi lebih baik, kandang menjadi lebih bersih, dan ternak terlihat lebih sehat serta aktif setelah diberikan air minum, obat cacing, dan vitamin.
Setelah kegiatan ini, Bapak Herman bahkan berencana memanggil dokter hewan untuk memberi layanan kepada peternak yang membutuhkan bantuan pada ternaknya.
Harapan dari KKNT Inovasi IPB University Desa Mekarjaya dengan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan, tim KKNT Inovasi IPB University dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mekarjaya.
Melalui inovasi dan pendidikan, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, baik dalam pengelolaan lingkungan, pertanian, maupun peternakan.
Program-program ini tidak hanya memberikan solusi praktis, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk lebih mandiri dan resilient dalam menghadapi tantangan di masa depan. (***)
Editor : Yosep Awaludin