RADAR BOGOR—Penerima Pogram Indonesia Pintaar (PIP) tak perlu lagi daftar Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah. Pasalnya, Kemendikbudristek akan mengotomatisasi data penerima KIP melalui PIP.
Ya, saat penerima PIP diterima di perguruan tinggi, mereka tidak perlu lagi mendaftar ulang ke program KIP Kuliah.
Program itu berlaku mulai 2025, integrasi data secara otomatis untuk memudahkan penerima KIP Kuliah dan bantuan dana pendidikan di jenjang pendidikan wajib belajar.
Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbudristek, Adhika Ganendra, menyatakan, di tahun 2025, siswa penerima PIP akan diotomatisasi.
"Sehingga mereka tidak perlu berjuang dua kali, yaitu untuk masuk perguruan tinggi dan mengurus KIP Kuliah," katanya.
Semua siswa yang memasuki perguruan tinggi akan menerima otomasi data melalui jalur prestasi, tes tertulis, dan jalur mandiri.
Bagi penerima PIP yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi, proses daftar ulang masih akan diterapkan untuk tahun 2024 ini.
Adika juga mengingatkan siswa yang diterima di institusi pendidikan swasta untuk memastikan apakah institusi tersebut memiliki kuota KIP Kuliah.
Kemendikbudristek dan Kementerian Keuangan telah bekerja sama untuk membuat peta sentral yang menggabungkan data penerima beasiswa di berbagai jenjang pendidikan yang wajib belajar.
Untuk memastikan bahwa intervensi dan tindak lanjut pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pendidikan penerima beasiswa hingga jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi telah dikoordinasikan.
Adhika juga mengatakan bahwa penerima KIP Kuliah sekarang dapat melihat bagaimana bantuan biaya hidup dibayarkan setiap semester melalui aplikasi dan SIM KIP Kuliah.
Akibatnya, diharapkan bahwa proses pendidikan penerima bantuan ini akan berjalan lebih lancar dan efektif.
Dengan otomatisasi data penerima KIP ini, diharapkan siswa tidak perlu repot-repot mendaftar ulang ketika mereka memasuki perguruan tinggi.
Hal ini akan membuat pendidikan lebih mudah dan menyenangkan bagi penerima bantuan tanpa terbebani dengan prosedur administratif yang kompleks.
Keberlanjutan pendidikan sangat penting, dan upaya otomatisasi ini diharapkan dapat membantu penerima KIP fokus pada belajar dan mencapai hasil terbaik mereka. (***)
Editor : Yosep Awaludin