RADAR BOGOR - Minimnya budaya membaca dikalangan masyarakat, menjadi permasalahan yang hingga saat ini belum mampu untuk diselesaiakan, termasuk di Bogor.
Oleh karenanya, menyikapi fenomena tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN 17 UIKA Bogor mengusung berbagai macam program untuk kembali meningkatkan budaya membaca masyrakat.
Salah satu programnya yakni membuat program Pojok Baca atau perpustakaan mini, yang diperuntukan untuk masyarakat Babakan Girang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.
Melalui program Pojok Baca atau perpustakaan mini itu, para mahasiswa KKN UIKA 17 itu menyumbangkan banyak buku untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, mulai dari buku fiksi hingga non fiksi, ada juga buku buku materi pembelajaran untuk anak anak.
Tidak hanya itu melalui program Pojok Baca atau perpustakaan mini itu, mahasiswa KKN UIKA 17 itu juga mengorganisir berbagai aktivitas seperti pelatihan membaca dan diskusi buku yang diikuti oleh anak-anak dan orang dewasa.
"Tujuan kami adalah untuk membangun kebiasaan membaca yang kuat dan berkelanjutan di masyarakat, khsusnya warga Babakan Girang,” turur Hanif Nur Fatih, Ketua Kelompok KKN UIKA 17.
Melalui program tersebut, Hanif berharap, dapat meningkatkan kualitas pendidikan, karena menurutnya untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 memang perlu dimulai dari hal hal yang kecil.
“Iya asal konsisten, maka hal hal kecil ini bakal berdampak besar,” ucap Hanif pada Radar Bogor, Rabu (28/8/2024).
Diluar ekspektasi, lanjut Hanif, ternyata program Pojok Baca atau perpustakaan ini diberi respon positif oleh masyarakat Babakan Girang Kabupaten Bogor, Ali salah satunya.
"Kami sangat senang dengan kehadiran Pojok Baca ini. Anak-anak jadi lebih tertarik membaca dan belajar," ungkap ketua RT 05 Kampung Babakan Girang, Ali.
Ali berharap, para mahasiswa KKN UIKA 17 dapat kembali berkunjung ke Kampung Babakan Girang, meski program pengabdiannya sudah selesai.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga