RADAR BOGOR - Menjadi seorang kepala sekolah bukanlah suatu hal yang mudah, bukan cuma mengurus administrasi sekolah, melainkan seorang kepala sekolah harus juga siap menerima hinaan dari berbagai kalangan.
Itulah curahanhati seorang wanita yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala SDN Cimahpar 5, Kelurahan Cimahpar, Bogor, Titin Sutini.
Sebab Titin menuturkan, diawal dia menjabat sebagai Kepala SDN Cimahpar 5 Bogor, dirinya kerap kali mendapat banyak hinaan, baik itu dari teman se profesinya ataupun dari pihak lain.
“Saya pernah dibilang kalau saya ini tidak akan bisa memimpin sekolah ini, apalagi saya seorang wanita kan,” ucap Titin pada Radar Bogor.
Namun,kata Tititn, ungkapan itu tidak menyulutkan niat baiknya untuk mengembangkan sekolah yang saat ini dipimpinnya.
Akan tetapi, lanjut Titin, hinaan tersebut menjadi modal dasar atau motivasi bagi dirinya untuk membawa nama SDN Cimahpar 5 yang lebih baik lagi.
“Dan terbukti saat ini, rapot pendidikan SDN Cimahpar 5 dibidang literasi sudah berubah menjad hijau, padahal semula merah,” ucapnya.
Sehingga saat ini, Kepala Sekolah SDN Cimahpar 5 itu justru menuai berbagai macam pujian, baik itu dari guru guru, wali murid atau bahkan dari Dinas Pendidikan itu sendiri.
Bahkan Titin mengungkapkan kalau pihaknya sudah mendapatkan bantuan dana dua kali dari Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di SDN Cimahpar 5.
“Kita sudah dapat dana BOS Kinerja sebanyak dua kali dari pemerintah, pertama tahun 2023 dan kemarin 2024, BOS kinerja ini diberikan bagi sekolah yang memang sudah mulai baik dan berkembang,” jelas Titin
Kepala SDN Cimahpar 5 itu berpesan, kepada siapapun, agar jangan pernah meremehkan kemampuan seseorang, karena boleh jadi yang dihina justru memiliki kompetensi yang lebih baik.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga