Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

PGRI Sebut Mawar Sagu di Kabupaten Bogor Nihil, Desak Pemkab Lakukan Ini

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 4 September 2024 | 18:16 WIB
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor, Amsohi
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor, Amsohi

RADAR BOGOR - Meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Bogor, pemerintah telah menjalankan program bernama lima warga satu guru (Mawar Sagu).

Mawar Sagu Kabupaten Bogor, menjadi program yang mewajibkan satu guru, mengajar 5 warga yang ada.

Namun realitanya, menurut PGRI Kabupaten Bogor, Mawar sagu yang dibuat saat kepemimpinan Ade Yasin itu tidak berjalan baik.

Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi menyebut, pelaksanannya belum optimal.

Amsohi mengungkapkan, saat ini, teknis pelaksanaan program Mawar Sagu itu masih berjalan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Meskipun begitu dari PKBM sendiri, kata Amsohi, sudah melakukan beberapa upaya untuk mengefektifkan program tersebut, salah satunya kerja sama dengan Pondok Pesantren.

“Hanya secara realisasi Mawar Sagu itu belum ada,” tutur Amsohi pada Radar Bogor, Rabu (4/8/2024).

Ketua PGRI Kabupaten Bogor itu menjelaskan, salah satu alasan tidak optimalnya program Mawar Sagu, lantaran belum ada aturan, serta juknis yang pasti.

“Apakah itu nanti larinya ke aturan Bupati (Perbup) atau nanti, juklak juknis yang dibuat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” jelas Amsohi.

Secara organisasi, Amsohi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah meminta kepada pemerintah untuk mengeluarkan aturan serta juknis mengenai program tersebut.

“Sebab kalau kita para guru mah sudah siap, kapan si kita menolak, apalagi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (Kabid PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Siswanto mengaku, aturan mengenai program Mawar Sagu itu sudah ada.

“Kita tindak lanjuti dengan perbup IPM, sudah, disitu tercantum tentang Mawar Sagu,” jelas
Siswanto.

Namun untuk juknis pelaksanaan Mawar Sagu, Siswanto mengaku hingga saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Boogor sendiri belum mengeluarkannya.

“Nah mudah mudahan di awal tahun 2025 ini kita optimalkan program Mawar Sagu, semua unsur harus kita libatkan, karena itu program baik banget,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #pgri #mawar sagu