RADAR BOGOR - Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) umumnya melibatkan aktivitas sains seperti praktikum, eksperimen, dan penelitian. Aktivitas semacam ini sangat menarikbagi siswa dengan penglihatan normal.
Namun, bagaimana kegiatan ini dapatdiakses oleh siswa yang memiliki keterbatasan penglihatan? Bagaimana merekadapat mengamati alam sekitar dengan menggunakan indera penglihatan yang kurang atau bahkan tidak berfungsi?
Sementara itu, IPA memegang peranan penting dalam memberikan pemahamandasar tentang sains kepada semua siswa, termasuk siswa kebutuhan khusus, seperti tunanetra.
Meskipun siswa tunanetra menghadapi hambatan dalam memahamikonsep-konsep yang bersifat visual, mereka tetap berhak mendapatkanpembelajaran IPA yang setara dan berkualitas.
Di sekolah, pembelajaran IPA seringkali melibatkan kegiatan praktikum yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang nyata.
Namun, bagi siswa tunanetra, keterbatasan penglihatan mereka menjadi penghalang dalam mengikutipraktikum yang dominan menggunakan visualisasi. Padahal, pengalaman praktikumsangat penting untuk memahami konsep-konsep ilmiah.
Baca Juga: Keren! Mahasiswa IUQI Bogor Ajarkan Cara Pembuatan Ecobrik di Kampung Muruharja Ciapus
Pengembangan perangkat praktikum IPA yang inklusif menjadi kunci dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi siswa tunanetra.
Dengan perangkatyang dirancang khusus untuk mereka, siswa tunanetra tidak hanya dapatberpartisipasi dalam kegiatan praktikum, tetapi juga mendapatkan pengalamanbelajar yang lebih mendalam.
Harapannya, perangkat ini dapat diimplementasikansecara luas di sekolah luar biasa maupun sekolah inklusif sehingga semua siswa, tanpa memandang keterbatasan, dapat belajar IPA dengan optimal.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Dosen Universitas Djuanda (UNIDA) mengembangkan perangkat praktikum IPA bagi siswa tunanetra.
Perangkat inidikemas dalam bentuk terpadu yang diberi nama “Integrated Science Loan Box”.
Perangkat ini merupakan sebuah kit instrumen terpadu yang dirancang untukberbagai topik pembelajaran IPA sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini.
Baca Juga: Kode Dukungan Ketua NU Jabar KH Juhadi Muhammad untuk Dokter Rayendra di Pilkada Kota Bogor 2024
Resti Yektyastuti, sebagai pengembang inovasi ini, menjelaskan bahwa Integrated Science Loan Box merupakan kebutuhan dalam pembelajaran IPA untuk siswatunanetra di sekolah luar biasa dan sekolah inklusif.
"Perangkat praktikum IPA ini telah dirancang agar sesuai bagi siswa tunanetra. Komponen-komponen di dalamnya telah disesuaikan agar dapat diaksesmenggunakan indera peraba dan pendengaran. Kami berharap perangkat ini dapatmembantu siswa tunanetra mengenal alam melalui pembelajaran IPA yang ramahdisabilitas," ujarnya.
Annissa Mawardini sebagai tim pengembang juga menambahkan bahwa program inididukung sepenuhnya oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek.
Baca Juga: KA Siliwangi Cipatat-Sukabumi Mogok di Tengah Perkampungan Warga, Begini Kata KAI
“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada Kemendikbudristekyang memberikan dukungan untuk gagasan dan inovasi yang kami kembangkan. Kami berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat yang luas, terutama bagipembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus”, ungkap Annissa.
Pengembangan inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikanbagi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pendidikan inklusif. Dengan demikian, Indonesia dapat bergerak seiring dengan negara-negara lain dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuankeempat yang berfokus pada penjaminan pendidikan yang inklusif dan merata sertapeningkatan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua orang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga