RADAR BOGOR - Pendidikan adalah investasi yang paling menguntungkan.
Karena pendidikan merupakan mesin pencetak sumber daya manusia unggul.
Dengan SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul negara atau daerah bisa lebih optimal mengelola sumber daya alam.
Sehingga menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi pemerintah dan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Negara yang maju selalu ditopang oleh SDM yang berkulitas.
Kabupaten Bogor merupakan daerah penyangga ibukota.
Jarak Bogor-Jakarta hanya hitungan puluhan kilometer.
Dari ibu kota kabupaten ke ibu kota negara hanya butuh waktu tempuh satu jam.
Seharusnya Kabupaten Bogor menjadi daerah yang menyediakan SDM berkualitas.
Kenyataannya pendidikan di kab Bogor masih belum sesuai dengan harapan.
Data dari badan pusat statistik menunjukan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bogor masih rendah.
8,37 tahun 2023 hanya naik sedikit dari 8,34 tahun 2022.
Masih di bawah rata-rata lama sekolah provinsi jawa barat 8,83 tahun 2023. Dan nasional 8,77 tahun 2023.
Dari 5,56 juta jiwa penduduk Kabupaten Bogor hanya 4,67 persen yang beruntung sudah mendapatkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.
Dengan rincian D1 dan D2 0,26 persen
D3 1,05 persen
S1 3,12 persen
S2 0,22 persen
S3 0,021 persen
Terbanyak masih di pegang lulusan SD 27,77 persen.
Tentu ini harus menjadi perhatian serius anggota dewan 2024-2029 yang baru saja dilantik.
Dan juga menjadi catatan khusus bagi pasangan calon bupati Bogor.
Peningkatan SDM menjadi prioritas utama apabila kita mengharapkan kemajuan di bumi Tegar Beriman.
Selama ini upaya pemerintah untuk menaikan rata-rata lama sekolah dengan menggalakan PKBM.
Masyarakat didorong untuk mengikuti program kejar paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA.
Program ini terbukti hanya mampu menaikan sedikit saja rata-rata lama sekolah.
Dari data BPS hanya naik 0,03 tahun dari tahun 2022 ke tahun 2023. Saya rasa perlu pendekatan berbeda untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Mendorong dari bawah selalu terasa berat dan sulit. Harus dicoba teknik menarik dari atas yang biasanya lebih ringan dan mudah.
Salah satu caranya adalah dengan menambah jumlah sarjana di kabupaten Bogor.
Masih banyak guru di sekolah, madrasah dan pesantren di Kabupaten Bogor yang belum sarjana.
Padahal syarat menjadi guru profesional adalah memiliki ijazah S1 pendidikan.
Perlu diperhatikan oleh kita semua, terutama anggota dewan sebagai perwakilan rakyat dan pasangan calon bupati peningkatan kualitas guru dengan cara memfasilitasi mereka meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Beasiswa 1.000 guru bisa menjadi alternatif solusi.
Rata-rata biaya kuliah di kampus sekitar kabupaten dan kota Bogor berkisar di angka 3 sampai 4 juta per semester.
Untuk menjadi sarjana perlu menempuh 8 semester.
Anggaran yang dibutuhkan hanya 24 miliar untuk mencetak 1.000 sarjana.
Jika menghitung UKT paling rendah. Atau 32 miliar bila menghitung UKT tertinggi.
Dengan anggaran yang tidak banyak ini ada 5 manfaat yang didapat.
1. Kenaikan rata-rata lama sekolah. Karena semakin banyak penduduk yang lulus kuliah semakin besar angka pembagi untuk rata-rata lama sekolah. (Paket A hanya 6, B 9, C 12 sedangkan S1 16).
Lima tahun ke depan rata-rata lama sekolah Kabupaten Bogor bisa menembus 10 tahun. Alias kelas 1 SMA.
2. Peningkatan persentasi penduduk lulusan sarjana. Secara otomatis dengan program beasiswa 1.000 guru akan lahir sarjana-sarjana baru di Kabupaten Bogorr.
Jika program ini konsisten dijalankan selama satu periode pemerintahan atau 5 tahun akan lahir 5.000 sarjana yang siap meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungannya.
3. Peningkatan kualitas sekolah. Guru yang kuliah dengan yang tidak kuliah tentu berbeda.
Mereka yang melanjutkan pendidikan tentu belajar lebih banyak sehingga mendapat ilmu dan pengalaman baru.
Dengan peningkatan kapasitas pribadi, maka guru pun akan semangat untuk meningkatkan prestasi siswa/siswinya di sekolah.
Kegiatan belajar mengajar menjadi lebih hidup dengan metode yang variatif.
Siswa/siswi lebih tertantang untuk berprestasi. Karena guru yang berilmu selalu menjadi sumber inspirasi.
4. Apabila beasiswa 1000 guru disebar secara khusus kepada perguruan tinggi asli Kabupaten Bogor maka akan ada peningkatan kualitas perguruan tinggi di kab bogor.
Ada kurang lebih 14 perguruan tinggi di wilayah kabupaten Bogor yang mayoritas dikelola oleh yayasan alias swasta.
Perguruan tinggi swasta tidak mendapatkan dana operasional dari pemerintah.
Mereka harus berjuang dengan cara mencari mahasiswa sebanyak-banyaknya.
Di lapangan PTS berperang dengan PTN dalam penerimaan mahasiswa baru. Pertempuran yang sudah pasti dimenangkan oleh PTN.
Dengan adanya beasiswa 1.000 guru yang disebar kepada PTS asli Kabupaten Bogor, maka ini sangat berdampak baik bagi kemajuan kampus-kampus di bumi tegar beriman.
5. Biasanya peningkatan kualitas perguruan tinggi menjadi daya dorong peningkatan kuantitas. Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi Kabupaten Bogor bukan hanya penduduk sekitar tapi bisa melebar ke penduduk kabupaten tetangga bahkan provinsi lain.
Penambahan jumlah mahasiswa ini tentu akan berdampak kepada peningkatan kebutuhan sandang, papan dan pangan.
Mahasiswa butuh pakaian, tempat tinggal dan tentunya makanan. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kampus.
Contoh 1 IPB saja sudah bisa membuka lahan kerja bagi puluhan ribu orang.
Apalagi bila di Bab bogor terlahir 5 atau 10 perguruan tinggi swasta yang kapasitasnya setengah saja dari IPB.
Kabupaten bogor bisa menjadi kota pendidikan di Jawa Barat.
Allahuma yassir umurana. (*)
Penulis
Rektor IUQI Bogor, Saiful Falah
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim