RADAR BOGOR - Menanam jahe merah, jadi cara SDN Kukupu 3 Bogor menanamkan jiwa wirausaha sejak dini kepada para siswanya.
Guru Penggerak SDN Kukupu 3 Bogor Dadang Suhendar mengungkapkan, budiddaya tanaman jahe merah itu sudah mulai gencar dilakukan sejak 3 tahun lalu.
Dadang menjelaskan, para siswa SDN Kukupu 3 Bogor diberikan tanggung jawab untuk merawat tanaman jahe merah.
Mulai dari penanaman, perawatan, panen, lalu kemudian pengelolaan hasil panen.
“Setiap polybag itu, supaya nambah semangat, dikasih nama, agar anak punya rasa tanggung jawab dan rasa memiliki atas tanaman yang di tanamnya,” tutur Dadang pada Radar Bogor.
Sementara untuk teknis perawatan, kata Dadang, setiap pagi sebelum masuk jam pelajaran, tepatnya pada pukul 06.45 para siswa diwajibkan untuk datang lebih awal.
Hal itu dilakukan, karena para siswa SDN Kukupu 3 ini harus melakukan penyiraman terhadap jahe merah yang ditanamnya, sebelum pembelejaran berlangsung.
“Dan kita juga sudah siapkan segala bentuk kelengkapannya,” ungkap Dadang, Sabtu (7/9/2024).
Saat masuk waktu panen, lanjut Dadang, para siswa SDN Kukupu 3 juga kembali dilibatkan untuk mengikuti kegiatan tersebut, agar para siswa memiliki kebanggan atas apa yang dihasilkan.
Tidak cukup sampai disitu, uniknya, hasil panen tanaman jahe, tersebut juga dikelola dan disulap oleh para siswa SDN Kukupu 3 untuk dijadikan makanan dan minuman yang bisa dijual.
“Seperti misalnya sirup, terus serat jahenya bisa kita buat menjadi permen, semua itu kita jual, dan para siswa juga yang melakukan pemasaran,” jelas Dadang.
Selain sering menggelar pamaeran, Dadang mengaku saat ini, SDN Kukupu 3 juga sudah melakukan kerja sama atau bermitra dengan Koperasi yang ada di Dinas Koperasi Kota Bogor.
Sementara itu, Kepala SDN Kukupu 3, Ersipah berharap, kedepan, pihaknya bisa melakukan kerja sama dengan koperasi-koperasi yang lain untuk memasarkan produk jahe merah hasil budidaya para siswanya.
“Kita mendidik anak, kita membimbing anak supaya memiliki karakter, berwirausaha mandiri, tidak mengandalkan kerjaan diluar,” ucapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga