RADAR BOGOR - Tawuran pelajar menjadi perilaku menyimpang pelajar yang ditakutkan tiap sekolah, termasuk SMAN 6 Kota Bogor.
Sebab Wakil Kepala SMAN 6 Kota Bogor Indra Madewa menyebut, selain berdampak pada rusaknya citra sekolah, tawuran pelajar juga bakal merusak cita-cita dan masa depan murid.
Oleh karena itu, Indra mengungkapkan, SMAN 6 Kota Bogor memiliki beberapa strategi, guna mencegah anak didiknya terlibat dalam tawuran pelajar.
Pertama, kata Indra, yaitu dengan menjadikan mereka sebagai teman.
“Bagaimana kita lebih humanis kepada anak- anak, mudah bergaul dengan anak-anak, serta kita juga rutin melakukan pembinaan karakter kepada murid SMAN 6,” tutur Indra pada Radar Bogor, Senin (9/9/2024).
Indra mengaku dengan strategi tersebut, para murid dari SMAN 6 Kota Bogor itu, merasa sungkan untuk melakukan hal-hal yang keluar dari aturan sekolah, salah satunya tawuran.
Menurut Indra, para murid yang sering melakukan tawuran itu pada hakikatnya butuh sosok teman, yang mampu untuk mengarahkan mereka kepada hal-hal positif.
“Dan saya berusaha hadir sebagai sosok teman itu, bahkan anak-anak sampai curhat kalau mereka pernah diganggu dengan salah satu sekolah, ya akhirnya kita carikan solusi baiknya bagaimana,” jelas Indra.
Sebelumnya, Indra mengaku, kalau dia sendiri telah malakukan maping, lokasi atau tempat-tempat yang dijadikan sebagai tongkrongan oleh murid SMAN 6 Kota Bogor.
Sehingga dengan begitu, lanjut Indra, pihaknya memiliki data tersendiri, terkait siswa-siswa yang menjadi pelopor dalam aktifitas para siswa lainnya.
“Ketika palanya atau ketuanya sudah kita pegang, maka kebawahnya juga akan mudah, untuk diarahkan” jelas Indra.
Tidak hanya itu, SMAN 6 sendiri juga mempunya program untuk mengarahkan para muridnya dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Program itu disebut Indra, dengan nama Literasik.
“Jadi skemanya program literasik ini lebih ke mengelompokkan anak tentang hobi atau kesukaan mereka pada bidang bidang tertentu, misal anak suka otomotif ayo kita kumpul, itu waktunya pada Rabu pagi,” pungkas Indra.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga