RADAR BOGOR - SMPIT Ummul Quro menyandang sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Bogor.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMPIT Ummul Quro Bogor Rina Hesti Haerani mengungkapkan, ada 6 strategi yang dilakukan untuk mendapat gelar sekolah Adiwiyata.
Pertama, kata Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMPIT Ummul Quro Bogor Rina Hesti Haerani, sebelum mendaftarkan sebagai sekolah Adiwiyata, sekolah telah konsen terhadap kebersihan lingkungan sekolah serta sanitasi.
Kemudian yang kedua, lanjut Rina, strtaegi yang dilakukan oleh pihak sekolah yaitu dengan melakukan penanaman bibit serta perawatan pohon yang berada di SMPIT Ummul Quro.
Dan yang demikian itu, Rina menegaskan sudah dilakukan jauh sebelum SMPIT Ummul Quro mendaftarkan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Bogor.
Strategi berikutnya, Rina menjelaskan, bahwa salah satu indikator dari penilaian sekolah Adiwiyata itu adalah, sekolah yang mendaftarkan terbiasa untuk menghemat air.
Dan untuk memenuhi indikator penilain tersebut, Rina mengungkapkan pihaknya telah membuat, penadah air hujan, serta memasang pamflet hemat air diberbagai titik sekolah.
Tidak hanya itu, Rina mengutarakan, untuk mendapat gelar sekolah Adiwiyata, SMPIT Ummul Quro juga melakukan berbagai upaya agar menghemat energi.
“Nah salah satu cara kita yaitu, saat menggunakan AC ada aturannya dari yayasan, yaitu cukup dengan 25 derajat, nah itu walaupun menggunakan AC aturan tersebut salah satu upaya kami untuk hemat energi,” ungkap Rina.
Rina juga menegaskan, aturan mengenai batas minimal suhu AC yang digunakan berlaku disemua ruangan, mulai dari ruang kelas hingga ruang guru.
Startegi berikutnya, kata Rina, SMPIT Ummul Quro sendiri juga telah melakukan inovasi dalam melakukan penataan lingkungan sekolah, dan membuat ekoenzim menjadi inovasi pilihan yang dilakukan oleh Rina.
“Bahkan ada satu lagu tentang lingkungan yang diciptakan oleh anak anak, dalam rangka memotivasi,” tutur Rina.
Tidak cukup sampai disitu, sebelum SMPIT mendaftarkan sebagai sekolah Adiwiyata, Rina mengungkapkan pihaknya sudah terlebih dahulu konsen terkait pengelolaan sampah.
Dengan cara mewajibkan setiap murid untuk membawa tumbler, serta menampung sampah-sampah plastik yang berada dilingkungan sekolah.
“Setelah itu sampah plastik kita jual ke pengelola bank sampah, dan hasilnya kita bagikan ke anak-anak yatim, atas nama siswa dan siswi SMPIT Ummul Quro” jelas Rina.
Rina pun menjelaskan semua strategi itu direalisasikan oleh para siswa dan siswi SMPIT Ummul Quro, dengan dibentuknya tim Adiwiyata.
“Jadi setiap kelas mengirimkan perwakilannya, dan mereka memilih mau dibidang mana, dari 6 strategi tersebut,” ujar Rina.
Setelah dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Bogor, Rina pun berkomitmen untuk mengepakan sayap lebih lebar, untuk mendapatkan sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Tentu itu menjadi harapan serta cita cita kami bersama, karena ini bukanlah akhir, tapi ini adalah awal untuk kita bisa mendapatkan prestasi yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga