RADAR BOGOR - SMPN 2 Cibinong Kabupaten Bogor, memiliki cara unik untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih dan terminimalisir dari sampah.
Bahkan Wakil Kepala SMPN 2 Cibinong, Eris Riswandar, mengutarakan cara tersebut bukan cuma diberlakukan untuk siswa, tapi juga bagi guru hingga orang tua murid.
Eris Riswandar menegaskan, cara itu memang sengaja diusung SMPN 2 Cibinong, sebab menurutnya lingkungan sekolah yang sehat, menjadi salah satu indikator dari kesuksesan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Coba bayangkan kalau lingkungan sekolahnya kumuh, gimana anak-anak bisa fokus untuk belajar di kelas,” tutur Eris pada Radar Bogor, Rabu (18/9/2024).
Wakil Kepala SMPN 2 Cibinong itu mengungkapakn setidaknya ada 3 cara yang pihak sekolah rumuskan untuk menjaga lingkungan sekolah sehat.
Pertama, kata Eris, para siswa diwajibkan untuk membawa piring plastik serta tumbler sendiri dari rumah. Hal itu dilakukan, lanjut Eris guna meminimalisir sampah plastik dan sterofoam di sekolahnya.
Tidak hanya itu, saat ini Eris menjelaskan pihaknya sedang mencoba menerapkan aturan wajib bagi siswa untuk membawa bekal dari rumah.
“Sehingga ini juga kan perlu keterlibatan orang tua, nah kalau bawa bekal dari rumah selain bisa irit uang jajan, kualitas makanannya juga kan sudah terjamin sama orang tua mereka,” ucapnya.
Meskipun begitu, Eris juga mengaku, bahwa ia tidak menampik beberapa dari muridnya ada yang tidak mengikuti aturan tersebut, namun ia menegaskan yang terpenting adalah meminimalisir sampah di sekolah.
“Alhamdulillah walaupun ada yang beberapa tidak mengikuti, tapi mayoritas mereka banyak yang membawa bekal,” ujarnya.
Cara lain yang dilakukan oleh SMPN 2 Cibinong untuk menciptakan lingkunga sekolah sehat, yaitu dengan mengajak para siswa memproduksi kompos.
“Jadi sampah sampah organik itu dikumpulkan sama siswa, lalu kemudian diolah dan dijadikan kompos, untuk tanaman di sekolah juga,” ungkapnya.
Agar lebih mengefektifkan program lingkungan sekolah sehat, Eris juga mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menggandeng puskesmas untuk memberikan tablet tambah darah pada siswi, minimal satu minggu sekali, yakni pada hari Kamis. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin