Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Begini Cara Menangani Wisatawan Marah hingga Banyak Menuntut yang Diajarkan pada Masyarakat Sekitar AEWO Mulyaharja

Rani Puspitasari Sinaga • Rabu, 18 September 2024 | 17:03 WIB
Cara Menangani Wisatawan Marah hingga Banyak Menuntut yang Diajarkan pada Warga Bogor di AEWO Mulyaharja
Cara Menangani Wisatawan Marah hingga Banyak Menuntut yang Diajarkan pada Warga Bogor di AEWO Mulyaharja

RADAR BOGOR - Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan wisata di destinasi wisata AEWO Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan, puluhan masyarakat mendapatkan pelatihan dalam kegiatan pengabdian masyarakat terpusat dan terpadu Sekolah Vokasi IPB.

Pelatihan menangani wisatawan diberikan kepada sekitar 20 orang masyarakat yang bekerja di AEWO Mulyaharja  Bogor, yang berprofesi sebagai pelaku UMKM, staf tiketing, staf teknis area, staf housekeeping, dan staf keamanan, serta Kelompok Wanita Tani (KWT).

Dosen Sekolah Vokasi IPB Ira Resmayasari menyampaikan, bekerja di AEWO Mulyaharja Bogor perlu memiliki kecerdasan emosi, serta kemampuan untuk menerima kritik, serta keluhan serta mencari solusinya di pelatihan yang diselenggarakan Rabu (11/9).

”Keterampilan melayani wiatawan yang datang sangat diperlukan, terutama ketika berhadapan dengan situasi yang cukup menantang,” jelas wanita yang mengajar mata kuliah bahasa inggris wisata itu.

Tak hanya materi, kegiatan pelatihan di pertemuan kedua peserta juga mempraktikan melayani tamu yang marah, tamu yang bimbang, tamu yang banyak menuntut dan pengkritik.

“Penting untuk tetap berkomunikasi secara profesional, tenang, berbicara dengan lembut, memberikan kesempatan tamu berbicara dan memahami sudut pandang tamu adalah upaya menghadapi kondisi sulit saat menerima wisatawan. Selain itu perlu mengetahui kebutuhan wisatawan, mencari solusi, meminta bantuan rekan kerja lain dan tentu paling penting adalah mempertahankan hubungan baik dengan tamu,” ujar Ira.

Bedi Mulyana, dosen Prodi Ekowisata Sekolah Vokasi di pertemuan tiga menyampaikan materi mengenai teknik berkomunikasi, Jumat (13/9).

Komunikasi bagian penting dalam menerima wisatawan yang datang, sehingga memberikan pelatihan komunikasi efektif dengan menggunakan komunikasi verbal, dan komunikasi non verbal yang baik.

“Penting dalam aspek keramahtamahan kepada tamu terutama aspek 5S yaitu sopan, santun, senyum, sapa dan salam,” jelas Bedi.

Dalam pertemuan ketiga, Bedi juga menyampaikan cara berkomunikasi secara langsung dan tidak langsung kepada wisatawan yang datang ke destinasi AEWO.

Dia juga menyebutkan dalam aspek komunikasi, penting memperhatikan bahasa tubuh saat melayani wisatawan yang datang.

Karena dapat meningkatkan pemahaman terhadap pesan yang disampaikan yang mencapai 55 persen.

“Sementara komunikasi verbal mencapai 7 persen dan intonasi atau volume suara mencapai 38 persen mempengaruhi pemahaman pesan yang disampaikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Dr Rini Untari menyampaikan materi pengantar mengenai pentingnya memahami kebutuhan dan harapan pengunjung yang datang ke AEWO Mulyaharja, Senin (9/9).

“Kebutuhan dasar dan kebutuhan fungsional perlu juga diketahui sehingga dapat memenuhi ekspektasi dari pengunjung saat datang berwisata ke destinasi ini,”ujar dosen program studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB.

Dalam kegiatan pengabdian terpusat dan terpadu, tim yang terlibat dari dosen Program Studi Ekowisata sekolah Vokasi yaitu Ira Resmayasari, S.Sos, M.Par, MTHM, Dr Rini Untari, Dr Helianthi Dewi dan Bedi Mulyana, S.Hut, M.Par, MMCAP. (*)

 

 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #wisatawan #aewo mulyaharja