Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Inovasi Teknologi KKN UNS Kelompok 218: Sistem Hidroponik Otomatis Berbasis Tenaga Surya di Desa Trangsan

Omer Ritonga • Sabtu, 21 September 2024 | 18:24 WIB

 

Inovasi Teknologi KKN UNS Kelompok 218: Sistem Hidroponik Otomatis Berbasis Tenaga Surya di Desa Trangsan
Inovasi Teknologi KKN UNS Kelompok 218: Sistem Hidroponik Otomatis Berbasis Tenaga Surya di Desa Trangsan

RADAR BOGOR – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kelompok 218 KKN Riset Grup tahun 2024 berhasil menciptakan inovasi teknologi di bidang pertanian.

Inovasi teknologi KKN UNS itu, diharapkan mampu meningkatkan produksi dan efisiensi pertanian hidroponik di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Kelompok KKN UNS membuat inovasi teknologi sistem hidroponik otomatisasi berbasis tenaga surya yang menjadi solusi cerdas bagi pertanian modern di daerah tersebut.

 

Hidroponik, merupakan metode non-invasif mengukur kandungan mineral dalam tanah yang kaya nutrisi.

Metode ini membutuhkan pengukuran parameter yang akurat seperti TDS, pH, dan udara.

Untuk mengatasi hal ini, Kelompok 218 mengembangkan sistem otomatisasi yang mengintegrasikan matematika dalam pengambilan keputusan berbasis data, menggunakan kondisi lingkungan secara real-time dan algoritma matematika.

"Matematika memainkan peran kunci dalam mengoptimalkan sistem ini. Dengan algoritma yang kami kembangkan, sistem dapat secara otomatis menyesuaikan pH, TDS, dan suhu air untuk memastikan kondisi terbaik bagi tanaman," jelas Ketua Kelompok 218, Adifa Yasin Aksyarafah.

Harapnya menciptakan sistem yang tidak hanya efisien tetapi juga cerdas dalam memanfaatkan data untuk meningkatkan hasil panen.

Teknologi di Balik Sistem Hidroponik Otomatisasi

Baca Juga: Kecelakaan Tunggal di Bubulak Bogor, Seorang Pengendara Motor Karisma Meninggal Dunia

Sistem hidroponik otomatisasi ini dibangun dengan memanfaatkan berbagai teknologi canggih.

Arduino, sistem kontrol otomatisasi yang menggunakan berbagai sensor seperti TDS, pH, dan sensor udara untuk memberikan data tentang kondisi nutrisi.

Data digunakan menginformasikan tindakan yang diperlukan, seperti manajemen nutrisi atau penyesuaian pH. Hal ini juga memberikan manfaat lingkungan.

"Penggunaan tenaga surya merupakan salah satu inovasi yang kami perkenalkan dalam sistem ini. Dengan memanfaatkan sumber energi yang terbarukan, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan biaya operasional yang lebih rendah bagi petani," tambah Adifa.

Dampak Positif bagi Masyarakat Desa Trangsan

Inovasi ini mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat Desa Trangsan.

Para petani merasa terbantu dengan adanya sistem yang dapat mempermudah mereka dalam mengelola tanaman hidroponik.

Selain itu, penggunaan teknologi ini juga diharapkan dapat meningkatkan hasil panen hingga 30% dibandingkan dengan metode tradisional, mengingat tanaman dapat tumbuh dalam kondisi yang selalu optimal.

Selain manfaat langsung bagi petani, proyek ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa.

Kelompok 218 UNS berharap bahwa inovasi mereka dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para pemangku kepentingan di bidang pertanian dan teknologi, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Masa Depan Pertanian Hidroponik di Indonesia

KKN Riset Grup UNS Kelompok 218 telah menunjukkan bahwa dengan kombinasi antara ilmu pengetahuan dan teknologi, tantangan di bidang pertanian dapat diatasi dengan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, sistem hidroponik otomatisasi berbasis IoT ini berpotensi untuk diadopsi secara luas di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan lahan pertanian atau akses terhadap air bersih.

Inovasi ini bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan.

Nantinya bisa menciptakan sebuah sistem yang dapat membantu petani menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan krisis pangan.

"Dengan teknologi ini, berharap pertanian di Indonesia bisa lebih maju dan siap menghadapi masa depan," tutup Adifa Yasin Aksyarafah.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Kelompok 218 UNS telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan KKN ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan pedesaan melalui penerapan teknologi canggih dan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kkn #pertanian #uns