RADAR BOGOR - Calon Wakil Wali Kota (Cawawalkot) Bogor nomor urut 3, Jenal Mutaqin hadiri peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru PKBM Bakti Nusa.
Dalam seremoni pembangunan ruang kelas baru PKBM Bakti Nusa itu, Jenal Mutaqin sebut sebagai komitmennya soal pemerataan pendidikan di Kota Bogor.
Jenal Mutaqin mengatakan, PKBM Bakti Nusa merupakan sekolah gratis anak putus sekolah dan disabilitas yang berlokasi di Jalan Parung Banteng, Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor.
"Saya bersyukur mimpi saya diwujudkan oleh masyarakat yang peduli terhadap pendidikan. Jadi anak yang disabilitas dan anak yang mengalami putus sekolah bisa mengakses pendidikan," katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan ruang kelas ini merupakan donasi dari sejumlah pendukung Paslon Dedie-Jenal.
Mereka memiliki keinginan untuk mewujudkan sekolah gratis untuk kalangan kurang mampu.
"Ini adalah pemumpuk semangat kami untuk terus berjuang di bidang pendidikan. Saat terpilih kami akan berfokus juga di pendidikan," jelasnya.
Salah satu komitmen mereka di bidang pendidikan, kata Jenal, adanya misi Bogor Pintar.
Misi ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan sekolah berkualitas, merata, dan terjangkau.
"Salah satu caranya memberikan subsidi ke sekolah swasta. Saat ini sekolah swasta masih kekurangan siswa, dan stigma warga hanya menganggap sekolah negeri yang murah padahal swasta juga ada yang murah," bebernya.
Selain itu mereka juga tetap melakukan pembangunan sekolah negeri baru. Serta memberikan perhatian lebih ke PKBM yang masih perlu dikembangkan.
PKBM Bakti Nusa diharapkan bisa dijadikan contoh oleh stakeholder yang lainnya.
"Dedie-Jenal kedepan insya allah memaksimalkan peran PKBM sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat putus sekolah apa lagi ada yang memiliki kondisi disabilitas akan kita prioritaskan," tuturnya.
Kepala PKBM Bakti Nusa Kota Bogor Sumedi menjelaskan pembangunan ruang kelas PKBM Bakti Nusa diperkirakan memakan waktu 10 hari.
Sekolah PKBM Bakti Nusa sendiri memiliki sekitar 250 murid, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.
"PKBM Bakti Nusa ini sudah berjalan sejak 2020, sekarang siswa kami ada sekitar 250 orang. Alhamdulillah banyak dukungan dari masyarakat dan pengusaha," bebernya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga