Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Prihatin! Tidak Punya Biaya, Siswa Berprestasi Asal SMAN 5 Bogor Ini Terpaksa Urungkan Niat Ingin Menjadi Psikolog

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 27 September 2024 | 18:31 WIB
Siswi SMAN 5 Bogor, Dinar Tazki Aulia (17).
Siswi SMAN 5 Bogor, Dinar Tazki Aulia (17).

RADAR BOGOR - Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sepertinya menjadi impian semua siswa, begitu juga dengan siswi SMAN 5 Bogor, Dinar Tazki Aulia (17).

Sejak SD, siswi SMAN 5 Bogor yang akrab disapa Dinar memiliki cita-cita mulia yakni ingin menjadi seorang psikolog.

Namun Dinar mengaku, harus mengurungkan niatnya karena sadar kondisi keluarganya yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Ibu rumah tangga, ayah buruh bangunan. Penghasilan ayah itu tiap minggu, 400 ribu dikasih ke ibu, untuk segala kebutuhan, termasuk sekolah aku,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat (27/9/2024).

Tapi Alhamdulillah, kata Dinar, untuk biaya sekolah selama ini terbantu dengan beasiswa yang diberikan Ikatan Alumni SMAN 5 Bogor.

Melalui beasiswa itu, setiap bulannya Dinar mendapatkan uang sebesar Rp 500 ribu, yang gunakan untuk keperluan sekolah.

Saat diluar sekolah, Dinar menceritakan bahwa terkadang dirinya kerap kali merasa minder dengan kehidupan teman-teman lainnya yang memiliki kecukupan.

Apalagi, saat sekolah banyak dianatara temannya yang pergi mengikuti bimbel, persiapan untuk masuk perguruan tinggi.

“Sedangkan kalau aku, butuh kebutuhan harus mikir lagi. Apakah kebutuhan dinar ini bisa dikesampingkan dulu, jadi kadang merasa minder kalau segi ekonomi,” jelas Dinar.

Akan tetapi kalau dalam kelas, Dinar mengutarakan tidak sama sekali merasa minder. Dinar juga salah satu murid berpresasti.

Terbukti tepat seminggu lalu, Ia baru saja meraih penghargaan emas dalam Olimpiade Biologi yang digelar IPB University.

Soal cita-citanya yang ingin menjadi Psikolog, saat ini Dinar hanya berserah diri kepada tuhan, karena apapun yang terjadi semua pasti yang terbaik.

“Kalau misal diberikan kesempatan untuk kuliah, Dinar bersyukur banget. Tapi kalau memang, gabisa kuliah, dinar harus kerja, dinar juga yakin ya itu yang terbaik juga buat aku,” tutur Dinar

Disisi lain, Wali Kelas Dinar saat kelas 10, Siti Nuraeni, menilai bahwa Dinar dinilai sosok yang tidak pernah mengeluh terhadap situasi dan kondisinya.

Padahal, kata Siti Nuraeni, mereka mengetahui bagaimana kondisi ekonomi keluarga Dinar. Sebab, anak pertama dari dua bersaudara itu kerap kali curhat kepadanya.

“Satu hal yang paling berkesan dari Dinar, menggunakan HP tiap harinya harus sambil dicas. HP-nya diiket pake karet, yang memang biasa digunakan untuk belajar,” tandasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#SMAN 5 Bogor #siswa kurang mampu