RADAR BOGOR - Dalam upaya meningkatkan keterampilan komunikasi publik dan kompetensi P5, SMPN 1 Kota Bogor mengadakan workshop public speaking dan P5.
Workshop public speaking dan P5 SMPN 1 Kota Bogor itu, berlangsung di Hotel Onih Bogor.
Worskhop public speaking dan P5 ini, dihadiri ssmua guru dan tenaga kependidikan SMPN 1 Kota Bogor.
Kepala SMPN 1 Kota Bogor Estiza Septiana, M. Pd menyampaikan harapannya terkait dengan digelarnya kegiatan workshop ini.
Dia berharap, guru dan tendik Spensa (SMPN 1 Kota Bogor) selalu meningkatkan kompetensi profesionalisme, dan budaya beprestasi sebagai guru.
Selain itu, dia menyampaikan bahwasanya soft skill sebagai guru harus senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan.
"Banyak hal yang dapat digali dalam diri. Satu di antaranya cara berkomunikasi. Komunikasi harus dibangun dan dilatih sehingga bisa menjadi fasilitas untuk memaksimalkan menjalankan tugas sebagai guru. Seorang guru akan menjadi teladan bagi anak didiknya," bebernya.
Workshop ini menghadirkan M. Saiful Bahri, S. Pd.i, M.Si.
Dia seorang ahli dalam bidang public speaking.
Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan mengenai communication skill in class room, teknik public speaking, dan praktik public speaking.
Pemateri juga menguatkan bahwa seorang guru harus mempunyai integritas, kreativitas, dan prestasi.
"Semuanya dapat tercapai satu di antaranya dengan kekuatan komunikasi dan sistem koordinasi," tandas Saiful.
Dalam acara itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik berbicara di depan audiens, yang diikuti dengan umpan balik konstruktif dari pembicara.
Selain itu, pemateri memberikan praktik-praktik hypnoteaching.
"Luar biasa pemateri hari ini, saya merasa semakin percaya diri setelah mengikuti workshop ini. Teknik yang diajarkan sangat membantu,” ungkap Ridwan, satu di antara peserta.
Sesi kedua Workshop menghadirkan Idris Apandi, pembicara dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat.
Idris Apandi menyampaikan materi mengenai Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Dengan gaya bicaranya, dia mampu mengemas materi P5 dengan sangat menyenangkan.
Idris meyakinkan, bahwa guru jangan terjebak dengan miskonsepsi dalam pelaksanaan P5.
"P5 adalah pendidikan karakter," pungkasnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan lebih banyak guru Spensa dapat mengasah dan lebih meningkatkan keterampilan komunikasi, dan kompetensi P5.
Baca Juga: Lewat Depan Mobil Patroli Polsek Parung, Pelaku Curanmor di Bogor Ini Ditangkap Polisi
Sehingga mampu berkomunikasi dengan lebih efektif di berbagai kesempatan dan memaksimalkan memfaailitasi anak didik di sekolah.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga