Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SDN Bhayangkari Bogor Punya Sejumlah Program Unik untuk Realiasasikan Teori Pembelajaran, Apa Saja?

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 1 Oktober 2024 | 13:53 WIB
Sejumlah siswa sedang melalukan perawan bibit ikan lele yang ada di SDN Bhayangkari
Sejumlah siswa sedang melalukan perawan bibit ikan lele yang ada di SDN Bhayangkari

RADAR BOGOR - SDN Bhayangkari Bogor, miliki sejumlah program menarik yang bisa dilakukan oleh seluruh siswanya untuk merealisasikan teori pembelajaran.

Salah satu program menarik yang saat ini tengah dikembangkan oleh SDN Bhayangkari Bogor itu, adalah program yang disebut dengan Aquaponik.

Kepala SDN Bhayangkari Bogor, Veni Rosari mengutarakan, program Aquaponik ini sudah mulai di realisasikan oleh pihaknya sejak dua bulan lalu.

Veni menjelaskan, Aquaponik itu sendiri adalah program yang mengkombinasikan dua elemen yakni budidaya tanaman serta budidaya hewan.

Nah hewan yang kami pilih, kata Veni yaitu ikan lele, sementara untuk sayuran, Veni memilij untuk menanam sayuran, seperti halnya kangkung, sawi hingga pokcay.

“Jadi kita punya kolam, yang kita manfaatkan untuk menebar bibit lele, dan itu sudah kami lakukan, sementara untuk penanam sayuran dikolam tersebut masih on progres,” kata Veni.

Tentu, lanjut Veni, untuk teknis pelaksanaan serta perawatan program Aquaponik tersebut, pihaknya melibatkan peran aktif dari siswa dan siswi SDN Bhayangkari.

Veni mengungkapkan, untuk perawatan bibit lele tersebut, pihaknya sudah membagi jadwal piket setiap harinya. Jadi masing-masing kelas diberi tugas yang sama.

Kepala SDN Bhayangkari itu mengaku, sebelum siswa dan siswinya terjun praktik untuk merawat tanaman hingga budidaya lele, sekolah sendiri sudah lebih dulu memberikan bekal pengetahuan.

“Sehingga anak-anak tidak hanya sekedar teori semata, tapi bisa terjun langsung untuk mempraktikannya, dan tidak perlu keluar, tapi dari sekolah sudah disiapkan fasilitasnya,” jelasnya.

Uniknya bibit lele yang ditebar itu, justru melibatkan peran aktif wali murid, Veni mengaku itu sebagai bentuk respon positif dari mereka atas program yang diusungnya.

“Ada yang bawa lelenya, nah itulah yang kita budiddayakan, sehingga jadi banyak, nah kita dari sekolah tinggal siapkan sayuran-sayuran yang tadi disebutkan itu, bahkan beberapa wali murid juga ada yang mau membawa sendiri,” ungkapnya.

Tidak hanya Airdroponik, Veni yang merupakan lulusan guru penggerak itu juga mengusung sejumlah program unik yang ditujukan untuk pengalaman pembelajaran siswa SDN Bhayangkari.

Misalnya, ada pembuatan pagar sekolah yang menggunakan galon bekas, lalu kemudian ban-ban bekas yang disulap menjadi tempat duduk bagi para siswanya, hingga gapura yang dibuat menggunakan teknik ekobrik.

“Itu semua kita lakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa, bahwa barang-barang bekas juga bisa dimanfaatkan kalau kita punya ide kreatif,”pungkasnya. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #SDN Bhayangkari #Aquaponik