RADAR BOGOR - BSN melakukan kunjungan ke SMPIT BBS Bogor, dalam rangka mendiseminasikan SNI, sekaligus melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Secara garis besar, kegiatan tersebut bertujuan sebagai media penyebarluasan dan memberikan pengetahuan tentang SNI, khususnya kepada peserta didik SMPIT BBS Bogor, sebagai generasi muda cendekia.
Sehingga diharapkan, pelajar SMPIT BBS Bogor dapat memahami pentingnya SNI dalam berbagai aspek kehidupan.
Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Nurhidayati sangat mengapresiasi kegiatan.
"Saya tidak menyangka akan disiapkan panggung, dan melihat seluruh siswa sangat semangat mengikuti kegiatan ini," kata dia.
Dia menjelaskan materi tentang SNI meliputi penyerbarluasan ide atau gagasan kepada siswa didik untuk meningkatkan kepercayaan terhadap produk bertanda SNI dan/atau Tanda Kesesuaian.
Pendampingan penerapan SNI, yaitu Penerapan SNI dilakukan dengan cara menerapkan persyaratan SNI terhadap Barang, Jasa, Sistem, Proses, atau Personal; dan peningkatan kompetensi bagi tenaga pendidik yaitu memberikan edukasi kepada tenaga pendidik terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian.
Penyampaian materi tentang SNI yang disertai edugames dengan aplikasi digital mendapat sambutan sangat baik dari sekolah terutama peserta didik SMP IT BBS.
Para peserta didik menunjukkan antusiasme yang luar biasa, aktif mengajukan berbagai pertanyaan, sehingga membuat Tim Diseminasi BSN terkesan dan sangat puas atas antusiasisme anak anak.
Pemenang dari permainan edukatif ini juga mendapatkan hadiah menarik dari BSN, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta didik.
Dalam kesempatan ini, BSN juga menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan SMP IT BBS tentang diseminasi SNI kepada Anak-Anak Sekolah di SMP IT Bina Bangsa Sejahtera.
Kerjasama tersebut bertujuan mendukung Pelaksanaan Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) khususnya Tema Kewirausahaan.
Kepala SMPIT BBS Bogor Syabar Suwardiman mengungkapkan rasa terima kasih kepada BSN karena telah memilih sekolah mereka sebagai salah satu lokasi diseminasi SNI.
Kata dia, kegiatan ini sangat terintegrasi dengan program-program yang sudah sekolah laksanakan, khususnya dalam P5 Tema Kewirausahaan.
Mereka telah beberapa kali membuat produk karya siswa, seperti KirKlin (pembersih lantai dan sabun cuci piring), Briket Arang Daun, dan Pupuk Tanaman melalui pengolahan sampah limbah dapur dengan memanfaatkan magot.
"Harapannya, produk-produk ini dapat segera mendapatkan izin SNI sehingga kualitasnya terjamin, dan semakin meningkatkan semangat peserta didik untuk terus berkarya dan mengasah jiwa enterpreneur,” jelasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga