RADAR BOGOR - SMA Kesatuan Bogor, mengadakan kegiatan gelar karya, yang diikuti ratusan siswa. Kegiatan bertajuk kewirausahaan ini berlangsung pada Rabu (9/10/2024).
Gelar Karya ini merupakan rangkaian pengimplemantasian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilakukan siswa kelas 10 SMA Kesatuan Bogor.
Kepala SMA Kesatuan, Lia Oktapia mengutarakan, sebelum adanya gelar karya, para siswa kelas 10 telah melakukan proses bimbingan panjang selama 3 bulan.
Sehingga melalui proses panjang tersebut, Lia Oktapia, menilai para siswa kelas 10 SMA Kesatuan Bogor itu sudah banyak memiliki potensi kewirausahaan.
Adapun teknis pelaksanaan pada gelar karya itu berbentuk pameran yang banyak menjajakan makanan dan minuman dengan berbahan dasar umbi-umbian.
“Ada yang dari kentang, dari ubi, singkong, dan semua diolah menjadi makanan serta minuman,” kata Lia Oktapia kepada Rada Bogor, Kamis (10/10/2024).
Lia menjelaskan, alasan mereka memilih umbi-umbian yang dijadikan bahan dasar makanan dan minuman, karena tidak mau menghilangkan budaya lokal nusantara.
Dalam gelar karya tersebut, makanan dan minuman hasil tangan kreatif siswa kelas 10 SMA Kesatuan bakal dinilai pihak sekolah, mulai dari rasa hingga kemasannya.
“Makanan dan minumannya juga dijual kepada kaka kelasnya, sehingga kita juga melihat keuntungan dari modal yang digunakan. Karena kami bukan cuma mengajarkan mereka pada prosesnya, tapi mengajarkan juga untuk kewirausahaan,” jelas Lia.
Dengan begitu, Lia berharap setelah lulus siswa dan siswi SMA Kesatuan Bogor tidak lagi sibuk mencari pekerjaan, tapi bisa berkontribusi untuk menciptakan lapangan pekerjaan
Dalam kesempatan itu, Lia Oktapia juga mengungkapkan pihaknya sengaja mengundang siswa dan siswi SMP Kesatuan, sebagai bagian dari strategi promosi.
Lia Oktapia mengungkapkan pihaknya saat ini sudah membuka PPDB gelombang satu, yang berlangsung sejak 1 Oktober hingga 6 Desember 2024.
“Untuk itu, secara khsusus kami menyampaikan kegiatan PPDB untuk internal dulu, tapi ini juga terbuka untuk siswa eksternal,” pungkasnya.(cr1)
Editor : Alpin.