Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perpus Keliling, Cara Perpustakaan KAIT Plus Kabupaten Bogor Tingkatkan Mutu Anak

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 16 Oktober 2024 | 17:35 WIB
Perpustakaan KAIT Plus Kabupaten Bogor miliki sejumlah program untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas mutu pendidikan, salah satunya dengan Perpus Keliling.
Perpustakaan KAIT Plus Kabupaten Bogor miliki sejumlah program untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas mutu pendidikan, salah satunya dengan Perpus Keliling.

RADAR BOGOR - Perpustakaan KAIT Plus Kabupaten Bogor miliki sejumlah program untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas mutu pendidikan, salah satunya dengan Perpus Keliling.

Kepala Perpustakaan KAIT Plus Kabupaten Bogor Sitta Alia menjelaskan, Perpus Keliling ini merupakan program rutin yang kerap kali pihaknya lakukan.

Sitta Alia mengungkapkan, Perpus Keliling KAIT Plus Kabupaten Bogor ini seringkali menyambangi sejumlah penyelenggara pendidikan, mulai dari tingkat Paud, hingga SMA.

Terbaru, program Perpus Keliling yang dimiliki oleh Perpustakaan KAIT Plus ini baru saja berkunjung ke Paud Enisyah, yang berlokasi di Gang Cirangkong, Cibedug, Kabupaten Bogor.
Selasa (15/10/2024).

Dalam kegiatan tersebut, Sitta mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah buku-buku yang memungkinkan menarik perhatian anak usia dini.

“Meski kebanyakan dari mereka belum bisa baca, paling tidak buku yang kami bawa itu memantik mereka untuk mengenal baca-bacaan,” tutur Sitta pada Radar Bogor, Rabu (16/10/2024).

Lebih lanjut, Sitta menjelaskan dalam kegiatan itu juga pihaknya sengaja merancang berbagai kegiatan yang sifatnya tidak membuat bosan para siswa.

Seperti halnya bercerita atau story telling, lalu kemudian ada games berkaitan dengan buku yang sedang dibahas saat kegiatan Perpus Keliling itu berlangsung.

“Dengan begitu kita mau coba kasih unjuk bahwa kegiatan literasi itu sangat mengasyikan loh, tidak lagi cuma terpatok sama baca buku saja,” jelas Sitta.

Menurutnya, jika budaya literasi sudah tertanam di benak para siswa sejak dini, maka hal itu merupakan sebuah infestasi, untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan.

Sebab Sitta menilai, saat ini, justru kondisi para generasi penerus sudah banyak meninggalkan buku bacaan, dan lebih memilih untuk bermain gawai.

“Kalau misalnya itu terus dibiarkan, bagaimana mungkin generasi emas 2045 bisa terwujud, kalau mereka sudah males baca, sedangkan ilmu pengetahuan banyak didapatkan melalui buku,” pungkas Sitta.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#perpus keliling #KAIT Plus #kabupaten bogor