RADAR BOGOR - SDN Otista Bogor, memiliki sejumlah program untuk menanamkan budaya Perilaku Hidup Sehat (PHS) di sekolah, salah satunya yaitu Sikat Gigi Bersama (Sigiber).
Seksi Kurikulum SDN Otista Bogor, Elin Efnida mengutarakan Sigiber ini merupakan program kolaborasi yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan guru olahraga.
Menurutnya, untuk menanamkan budaya PHS di lingkungan sekolah, bisa dimulai melalui hal-hal kecil, salah satunya melalui program Sigiber yang tiap Kamis rutin dilakukan SDN Otista Bogor.
“Sebagai pembiasaan dan budaya positif dari sekolah untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap kebersihan gigi, dan umumnya prilaku hidup sehat,” tutur Elin, Jumat (18/10/2024).
Bukan cuma kegiatan seremonial, kata Elin melalui program Sigiber tersebut, para siswa di ajarkan juga tentang tata cara melakukan sikat gigi yang benar, tekniknya serta manfaatnya.
Sementara untuk teknis pelaksanaannya, Elin menjelaskan, pad hari Kamis, sebelum melalukan KBM para siswa dikumpulkan dilapangan tanpa terkecuali.
“Mereka sudah bawa sikat gigi dan odol dari rumah, nah nanti dipimpin oleh guru olahraga, juga ada peluit sebagai penanda dimulainya kegiatan,” jelas Elin.
Lebih lanjut, Elin mengaku bahwa pihak sekolah juga rutin melakukan pemeriksaan gigi untuk siswa SDN Otista Bogor, yang bekerja sama dengan Puskesmas Bogor Timur paling lambat tiap enam bulan sekali.
Elin menegaskan, PHS di sekolah tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab kesehatan siswa menjadi salah satu bagian penting guna meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
“Gimana kita bisa mau capai Indonesia Emas 2045 sementara anak-anaknya itu acuh terhadap pembiasaan hiduo sehat, dan sekolah saya rasa menjadi lokasi sentral untuk pembiasaan tersebut,” tegasnya.
Elin berharap, meski terdengar sepele, Sigiber ini dapat senantiasa menjadi kebiasaan yang tertanam di benak para siswa hingga mereka dewasa.
Tidak hanya dengan Sigiber, guna membiasakan budaya PHS di sekolah, para siswa juga rutin di ajak senam bersama pada hari Rabu, yang disebut dengan Bugar atau Rabu Segar.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga