RADAR BOGOR - Peantikan Prof Abdul Muti sebagai Menteri Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) periode 2024-2029, langsung disorot Wandik Kota Bogor.
Sebab menurut Wandik, hadirnya Menteri Dikdasmen dalam Kabinet Merah Putih itu, memberikan harapan besar bagi dunia pendidikan dua tingkat tersebut, khususnya di Kota Bogor.
Ketua Wandik Kota Bogor Deddy Karyadi berharap, sebelum membuat suatu kebijakan, Menteri Dikdasmen harus terlebih dahulu melihat kondisi reel dilapangan.
Agar nantinya, kata Deddy, Menteri Dikdasmen sendiri bisa mengevaluasi efektifitas kebijakan-kebijakan yang sebelumnya sudah diterapkan.
“Lakukan evaluasi secara jujur dan transparan, sesuaikan dengan kesiapan kondisi nyata di lapangan secara keseluruhan, tidak melihat parsial di wilayah atau kota tertentu,” jelas Dedy.
Lebih lanjut, Deddy juga menyoroti berbagai macam persoalan yang terjadi di dunia pendidikan selama kurun waktu lima tahun terkahir. Salah satunya soal PPDB Zonasi.
Menurutnya, kebijakan PPDB zonasi yang sebelumnya diberlakukan, perlu ditinjau kembali.
Apalagi, kata dia, pemberlakuan di Kota Bogor sendiri.
“Harus ditinjau ulang karena rasio dan sebaran sekolah di Kota Bogor belum cukup ideal,” tegas Deddy, Rabu (23/10/2024).
Dan jika melihat data yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor, jumlah SD sendiri ada diangka 281, kategori negeri dan swasta
Sementara, itu jumlah SMP yang ada di Kota Bogor sendiri berkisar ada diangka 127 bangunan negeri dan swasta per bulan Juni 2024.
Sehingga jika melihat kedua data tersebut, terjadi ketidakseimbangan daya tampung lulusan SD dengan jumlah sekolah SMP negeri yang ada di Kota Bogor.
Bukan hanya soal PPDB zonasi, Wandik Kota Bogor itu juga kerap menyoroti berbagai macam persoalan lain, seperti halnya Kurikulum Merdeka.
Lalu kemudian kesiapan infrastruktur, SDM, kesinambungannya dengan sistem dan siklus pendidikan secara keseluruhan, juga diminta Deddy untuk dilakukan evaluasi dan disesaikan dengan kondisi reel dilapangan.
“Ngurus pendidikan itu, ngurus nasib dan masa depan manusia secara langsung,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga