RADAR BOGOR - Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Bogor bekerja sama dengan IUQI (Institut Ummul Quro Al-Islami) sukses menggelar Pelatihan Tular Nalar Sekolah Kebangsaan.
Mafindo adalah organisasi yang berfokus pada sosialisasi bahaya hoaks dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap informasi.
Program literasi digital Mafindo di IUQI bertujuan mengedukasi masyarakat agar berpikir kritis dalam menghadapi informasi, terutama menjelang Pilkada 2024.
Ahmad Ubaedilah, koordinator Mafindo Bogor, menegaskan pentingnya literasi digital untuk membedakan informasi hoaks dan valid.
"Pelatihan literasi digital ini sangat penting yang nantinya kita akan mengetahui informasi yang valid dan tidak, karena pengetahuan yang didapat seputar pemilu, sanksi pemilu dan cara-cara mengetahui berita hoaks," katanya.
Harapannya, masyarakat tidak hanya membaca judul berita, tetapi juga memahami isinya dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat dalam mencegah penyebaran hoaks di berbagai aspek, termasuk vaksinasi dan perbankan.
Willa Putri, dosen IUQI, berharap peserta pelatihan menjadi lebih kritis dan tidak mudah percaya berita hoaks.
"Jangan gampang termakan berita hoaks. Usahakan semua daya yang ditubuh kita termasuk kognitif (daya fikir) untuk menganalisa sesuatu terlebih dahulu sebelum melakukan sharing," tegasnya.
Salah satu peserta, Wirandani, menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi Mafindo atas edukasi yang inspiratif.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Mafindo Bogor yang telah memberikan edukasi dan pengalaman yang baru dan program yang sangat menginspiratif juga memberikan banyak manfaat," ucapnya.
Pelatihan ini diakhiri dengan kuis berhadiah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang antusias.***
Penulis: Fadilah Nazmi/Magang-IUQI
Editor : Halimatu Sadiah