RADAR BOGOR - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memberikan bantuan berupa bahan bacaan bermutu kepada sejumlah pustakawan desa dan taman baca masyarakat (TBM) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (8/11/2024).
Bantuan yang diserahkan dan diwakili anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah ini berjumlah 1.000 eksemplar.
Bantuan berupa bahan bacaan serta rak pajang buku kepada perpustakaan dan TBM dalam Sosialisasi Kegemaran Membaca.
“Maka, upaya berkelanjutan dalam mengembangkan akses literasi yang merata penting sebagai modal dasar membentuk masyarakat yang cerdas,” ujarnya, Sabtu (9/11).
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Totong berharap dapat menjadi percontohan daerah yang sukses dalam mengimplementasikan program literasi.
“Kami berkomitmen mendukung pengembangan budaya literasi agar tercipta generasi literat di Garut,” sebutnya.
Adapun Pegiat Literasi, Budi Suhardiman mengungkapkan, Garut memang memiliki sejarah literasi dengan tokoh-tokoh seperti Rd. H. Mohamad Musa dan Rd. Ayu Lasminingrat yang dikenal sebagai pihak yang berkontribusi besar terhadap dunia literasi.
Praktik embangun budaya literasi siswa di satuan pendidikan telah dicontohkan SMPN 6 Garut.
Mereka secara aktif menyusun berbagai kegiatan keliterasian seperti membaca bersama, perbaikan perpustakaan, penerbitan majalah internal.
Kemudin bedah novel karya siswa, workshop kepenulisan, hingga pemilihan Raja dan Ratu Baca menjadi bukti gerakan literasi di satuan pendidikan.
Hasilnya, terjadi peningkatan yang signifikan dalam skor literasi, numerasi, karakter, dan lingkungan sekolah.
“Semua elemen mulai dari guru, siswa hingga kepala sekolah ikut terlibat menciptakan iklim literasi. Dan terbukti, literasi telah menjadi kekuatan yang turut memajukan pendidikan,” terang Budi.
Di era global saat ini, perpustakaan punya dinamika tantangan yang berbeda. Kehadiran dunia digital mau tidak mau mengubah cara perpustakaan dalam menarik kunjungan masyarakat ke perpustakaan.
Perpustakaan harus adaptif memahami perubahan yang terjadi. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan ruang kolaboras dan aktivitas inklusi sosial di perpustakaan.
"Diharapkan mampu memberdayakan masyarakat," jelas Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Kabupaten Garut, Evin Zulfikar Malik.
Aktivitas transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dikembangkan di Garut, umumnya berupa pelatihan kerajinan tangan, peternakan domba, dan gerakan literasi bagi guru.
Kesemuanya bertujuan untuk memberdayakan dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. (*/rur)
Editor : Alpin.