RADAR BOGOR - Kali pertama peringatan Hari Ayah Nasional (HAN) diramaikan oleh Taman Kanak Kanak atau TK Negeri Mexindo, Kota Bogor, sejak terbentuknya peringatan tersebut pada tahun 2006 silam, setiap tanggal 12 November.
Biasanya halaman sekolah TK Negeri Mexindo Bogor kerap dipenuhi oleh ibu-ibunya yang menunggu anaknya sekolah, namun kali ini tidak seperti biasanya.
TK Negeri Mexindo Bogor dipenuhi oleh orang tua dari pihak ayah yang menjaga dan ikut dalam kegiatan belajar mengajar dikelas.
Kepala Sekolah TK Negeri Mexindo Karsah,S.Pd.AUD pun mengaku terharu dengan kegiatan Hari Ayah Nasional yang di gelar kali pertama di sekolah dengan kepanjangan TK Negeri Mexico Indonesia tersebut.
"Jujur saya merasa merasa terharu, ini pertama kalinya merayakan hari ayah nasional di sekolah TK mexindo di tahun 2024 ini, sejak peringatan hari ayah ada," singkat Karsah di halaman TK Negeri Mexindo, Bogor, Selasa 12 November 2024.
Ia pun mengaku semua anak-anak murid didampingi ayahnya yang telah memberikan waktu untuk ikut bersama, bermain sembari belajar di kelas. Dengan mengikuti belajar melukis bersama di atas payung.
"Saya menyampaikan terimakasih kepada ayah yang mau hadir, dan saya liat semua ayahnya ikut dampingi anak-anak di acar ini. Terima kasih. Selamat Hari Ayah Nasional," tutur dia disingkat.
Kegiatan melukis di atas payung, antara ayah bersama anak-anaknya menciptakan karya seni yang penuh warna. Tawa riang anak-anak pun terlontar, senyum lebar para ayah menambah suasana hangat di ruang kelas.
Keseruan pun terjalin antara pihak guru, anak dan ayah dari 239 murid di sekolah tersebut, dari kelas TK A dan TK B.
Usai belajar melukis, ucapan terima dari anak-anak kepada ayahnya pun tersampaikan, dengan memberikan hadiah, dari anak kepada masing-masing ayahnya.
Salah satunya disampaikan siswa TK B kelas B 3 bernama Cahaya Keisha yang didampingi walimuridnya Yeni Heryani, S.Pd AUD.
"Seru banget, ada papa disamping," singka Cahaya.
"Sama papa melukis di payung. Banyak warna," sambung anak perempuan berusia 5 tahun ini.
Yeni selaku wali murid Kelas B-3 mengaku bangga atas kegiatan ini, terlihat ada kerjasama yang terbentuk oleh ayah dan anak dalam pembelajaran menggambar di kelas.
"Saya senang betul kegiatan ini, ayah dan murid kompak bekerjasama, mereka memadukan warna-warna cat yang dilukis diatas payung. Semua ayah dan murid senang dan bahagia," tutur Yeni.
Sementara itu Edward Panggabean salah satu orang tua murid mengaku kegiatan ini luar biasa, ditengah kesibukan pekerjaan, para ayah mau memberikan waktunya setengah hari untuk menemani anak-anaknya.
"Sebagai ayah merasa bangga kepada ibu guru dan ibu dari anak-anak disekolah ini, mereka punya ide brilian. Saya pun kaget, dapat hadiah dari anak. Kita pikir tukaran kado antar anak, ini malah dikasih ke ayahnya. Kata gurunya sebagai ucapan terimakasih anak kepada ayah," tutur dia.
Dan lanjut dia, biasanya anak-anak berangkat dan pulang sekolah kerap bersama ibunya sampai menunggu proses belajar mengajar selesai, namun ada kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan.
"Secara pribadi, ini tidak lebih dari sekadar melukis, kegiatan ini menjadi ajang bagi ayah untuk menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anaknya sejak kecil," tutur dia.
"Mungkin pikiran yang sama juga ada di hati para ayah lainnya, buktinya semuanya datang, meski kata Kepseknya ada 1 atau 2 orang diwakili paman atau kakeknya," sambung Edho kerap disapa.
Lanjut dia, yang pasti adanya peringatan Hari Ayah Nasional itu menandakan ada perhatian pemerintah kepada keluarga, dan ini momentum bagi anak dan ibu, untuk memberikan apresiasi kepada sosok ayah.
"Peringatan hari ayah nasional sebagai tanda untuk saling bahu membahu dalam ikatan keluarga dalam menumbuhkan kembangkan anak sejak usia dini hingga dewasa," tutur dia.
Saat disingung apa peran ayah ditengah keluarga dan masyarakat, Edho menjelaskan, bahwa ayah sebagai kepala keluarga memiliki peran penting, selain sebagai imam, juga pendidik, penghibur, memberi nafkah, menjadi pelindung bagi istri dan anak-anak juga menjadi pria sejati yang bertanggung jawab ditengah keluarga, lingkungan dan masyarakat.
"Ayah adalah kunci utama dalam keharmonisan, dan sumber kekuatan adalah komunikasi dua arah bersama istri, sehingga ada keharmonisan bersama keluarga, apalagi ditengah kemajuan zaman dan perkembangan teknologi saat ini, dan berjamurnya media sosial yang bisa mengubah prilaku di dalam keluarga," katanya.
"Sebabnya peringatan hari ayah nasional dalam kegiatan sekolah tadi bagian edukasi. Saya pribadi mengapresiasi, karena ini momentum untuk saya mengenal anak lebih dekat, meski di setiap keluarga punya cara tersendiri dalam membina anak-anaknya sesuai adat dan budaya masing-masing," demikian Edward.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga