Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bahas Strategi Operasional Industri Pariwisata di Indonesia, IBI Kesatuan Gelar Guest Lecture Internasional di Malaysia

Omer Ritonga • Senin, 18 November 2024 | 14:48 WIB
IBI Kesatuan, menyelenggarakan International Guest Lecture bertajuk “Operational Strategy of the Tourism Industry in Indonesia" di Malaysia
IBI Kesatuan, menyelenggarakan International Guest Lecture bertajuk “Operational Strategy of the Tourism Industry in Indonesia" di Malaysia

RADAR BOGOR—Berlangsung di Fakultas Manajemen Teknologi dan Bisnis Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Institut Bisnis dan Informatika atau IBI Kesatuan, menyelenggarakan International Guest Lecture bertajuk “Operational Strategy of the Tourism Industry in Indonesia".

Bambang Hengky Rainanto, S.Pi., M.M., Ph.D., Ketua Program Studi Pariwisata di Fakultas Informatika dan Pariwisata IBI Kesatuan, menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.

Untuk mengikuti sesi yang mendalam ini, 55 mahasiswa UTHM dan 11 mahasiswa dari Fakultas Bisnis IBI Kesatuan hadir di Kelas Smart di Lantai 3 Perpustakaan Tunku Tun Aminah UTHM.

Acara Guest Lecture International dihadiri oleh mahasiswa dan dosen dan pejabat struktural dari kedua perguruan tinggi.

Assoc. Prof. Ts. Dr. Lee Te Chuan adalah hadir dari UTHM. Dia adalah pengajar senior di Departemen Produksi dan Manajemen Operasi di Fakultas Manajemen Teknologi dan Perusahaan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), dan juga editor in chief dari Journal of Sustainable Materials Processing and Management (JSMPM).

Selain itu, Dr. Iswandi Sukartaatnadja, Dekan Fakultas Bisnis, CIIQA, CRMA, dan Ketua Program Studi S1 Bio-Kewirausahaan, Sulistiono, SE., MM., CSM, Ketua Program Studi S1 Manajemen, Rizal Riyadi, SE., MM., dan Sekretaris Program Studi S1 Bio-Kewirausahaan, Danti Astrini, SE., MM., dan Sekretaris Program Studi S1 Manajemen, Soei Khim, SE., MM.

Dr. Bambang menjelaskan apa itu strategi operasional, khususnya dalam hal industri pariwisata Indonesia, dalam paparannya.

Ia menunjukkan bahwa strategi operasional sangat penting untuk manajemen pariwisata yang kompetitif dan efektif, dan sangat penting untuk mempertahankan daya saing destinasi wisata Indonesia di pasar global.

Bambang juga menekankan betapa pentingnya bagi bisnis pariwisata untuk memiliki pemahaman mendalam tentang strategi operasional.

Bambang menyatakan bahwa pengelolaan atraksi dan sumber daya pariwisata tidak akan optimal tanpa strategi yang tepat.

Selain itu, ini menunjukkan bahwa mengelola sumber daya yang terbatas membutuhkan pendekatan terstruktur, terutama di era persaingan global yang semakin ketat.

Selanjutnya, Bambang membahas berbagai variabel internal dan eksternal yang berdampak pada industri pariwisata Indonesia.

Ia menjelaskan bagaimana infrastruktur, undang-undang, dan tren global memengaruhi perjalanan wisatawan.

Para mahasiswa UTHM sangat tertarik untuk membahas bagaimana perubahan ini dapat menimbulkan tantangan dan peluang bagi industri pariwisata.

Tema manajemen atraksi wisata adalah salah satu yang menarik perhatian peserta. Dr. Bambang membahas teknik terbaik untuk mengelola destinasi wisata agar wisatawan memiliki pengalaman yang menyenangkan tanpa mengabaikan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan.

Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan tentang masalah yang dihadapi destinasi wisata Indonesia, yang memicu diskusi interaktif tentang materi ini.

Pariwisata berkelanjutan juga menjadi fokus utama dari diskusi ini. Dr. Bambang menyatakan bahwa pertumbuhan pariwisata dan pelestarian alam harus seimbang.

Ia memberikan pengetahuan tentang praktik berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh pelaku industri, seperti penggunaan teknologi ramah lingkungan dan partisipasi masyarakat lokal.

Selain itu, Bambang menunjukkan bidang mana yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan sektor pariwisata.

Ia menekankan bahwa dalam memajukan pariwisata, kerja sama erat antara sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting. Kerja sama yang kuat di antara ketiga sektor ini dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

Untuk menyimpulkan, Bambang menjelaskan berbagai tempat wisata Indonesia yang menarik bagi pengunjung Malaysia dan asing.

Ia menggambarkan keindahan Bali, kekayaan budaya Yogyakarta, dan keajaiban bawah laut Raja Ampat, membuat pengunjung terinspirasi untuk mengunjungi semua tempat tersebut langsung.

Mahasiswa UTHM semakin antusias ketika mereka membayangkan keindahan wisata Indonesia yang unik.

Acara ini berkontribusi pada peningkatan hubungan budaya dan akademik antara Indonesia dan Malaysia.

Para peserta mengucapkan terima kasih kepada IBI Solidarity dan UTHM karena telah mengadakan sesi yang menginspirasi dan mendidik serta memberi mereka kesempatan untuk bekerja sama di masa depan.

Lecture Guest ini tidak hanya memperluas pengetahuan mahasiswa tetapi juga menekankan pentingnya kerja sama lintas negara untuk meningkatkan sektor pariwisata.

Kegiatan ini memberikan kontribusi besar dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan industri pariwisata global karena materinya yang relevan dan aplikatif. (mer)

Editor : Yosep Awaludin
#IBI Kesatuan Bogor #pariwisata #malaysia