Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Nadia, Siswi Kristen di Kota Bogor yang 8 Tahun Mengenyam Pendidikan di Madrasah Karena Tak Punya Biaya 

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 19 November 2024 | 14:18 WIB
Nadia Putri Darmawan siswi beragama kristen yang bersekolah di madrasah
Nadia Putri Darmawan siswi beragama kristen yang bersekolah di madrasah

RADAR BOGOR - Aku si anak beda agama, mungkin kalimat yang tepat untuk mengawali kisah Nadia Putri Darmawan (16).

Nadia merupakan seorang siswi beragama kristen yang terpaksa mengenyam pendidikan selama 8 tahun di sekolah berbasis islam atau Madrasah.

Radar Bogor berkesempatan menyambangi rumah Nadia di Kampung Sumurwangi, No.58 RT 004 RW 009, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor untuk mendengarkan kisahnya.

Di dalam rumah yang kondisinya cukup memperihatinkan, Nadia mulai membagikan kisahnya, dan ternyata ia merupakan siswi pindahan dari Jakarta.

Kata Nadia, meski dirinya beragama kristen, sejak kelas satu SD ia sudah terbiasa mengenakan krudung lantaran menyesuaikan budaya di sekolahnya yang berbasis islami (Madrasah Ibtidaiyah).

“Dari sekolah ga ngomong mengharuskan pake kerudung, dari kitanya aja saling menghormati,” kata Nadia saat membagikan kisahnya pada wartawan.

Bahkan buah hati dari pasangan Auw Rudi Darmawan dan Merry Natalia itu mengaku, bahwa ia juga sudah terbiasa mendengarkan materi pembelajaran berbasis islami.

Sebenarnya boleh saja tidak ikut, kata Nadia, namun lagi-lagi ia harus menghormati sistem pembelajaran yang ada di sekolahnya saat itu.

Dan pengalaman tersebut terus berlanjut hingga ia duduk di bangku kelas 9 Madrsasah Tsanawiyah (MTS).

Beruntungnya, Nadia dikelilingi dengan teman dan guru yang tidak membedak-bedakan agama, sebab ia tidak pernah merasa didikriminasi oleh pihak manapun selama mengenyam pendidikan.

“Biasa aja sih, agamanya ngikutin,” singkat Nadia sembari mempersiapkan diri (Pakai krudung) untuk berangkat sekolah.

Sembari menunggu Nadia yang tengah mengenakan krudung, Radar Bogor berkesempatan juga untuk berbincang dengan ibundanya Merry Natalia (38).

Kata Merry, dirinya terpaksa menyekolahkan anaknya di tempat yang mayoritas Islam, agar menghemat biaya, sebab lokasi sekolah dan rumahnya tidak jauh.

Merry mengaku, dirinya merasa beruntung lantaran pihak sekolah selalu memberikan keringanan pembayaran, padahal sudah banyak tunggakan yang harus diselesaikan.

“Kita banyak tunggakan karena bapaknya udah gak kerja PHK. MI dan MTS itu satu yayasan, dan pihak sekolah itu sudah kenal jadi ada pengertian,” ucap Merry.

Saat ini, Merry sangat khawatir dengan keberlanjutan pendidikan Nadia, sebab lagi-lagi karena faktor ekonomi, ayahnya hanya seorang penjual masakan keliling.

“Kita mah pengen anaknya lanjut sekolah, harapannya pengen lanjut ke SMK, SMA,” tutur Merry pada Radar Bogor Selasa (19/11/2024).

Sekedar informasi, Nadia saat ini tengah mengenyam bangku pendidikan kelas 9 di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda, lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

Mendapat informasi itu, Radar Bogor pun bersegera untuk berkunjung ke tempat Nadia mengenyam pendidikan dan berkesempatan untuk berbincang langsung dengan Ketua Yayasan Nurul Huda.

Saat berbincang dengan Radar Bogor ada satu perkataan menarik dari, Sofiah Ketua Yayasan Nurul Huda yang sudah berkenan menerima Nadia meski berbeda agama.

“Dasar pendidikan ini mencerdaskan anak bangsa, siapa saja yang sekolah di sini. Yayasan ini berbasis Islam tapi kita tidak menutup diri, dari kristen silahkan,” jelas Sofiah.

Sofiah juga mengakui bahwa dirinya sudah kenal lama dengan Nadia, dan menurutnya anak pertama dari empat bersaudara itu termasuk yang aktif disekolahnya.

“Semoga ada kabar baik yang terus menghampiri Nadia, kita selalu mendoakan yang terbaik buat siapapun,” pungkasnya. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Nadia #madrasah #siswi #kristen