Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siswa SMK Kesatuan Bogor Boyong Tiga Kemenangan di LaCuisine Competition – SIAL Interfood 2024

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 25 November 2024 | 14:36 WIB
Siswa SMK Kesatuan Bogor Boyong Tiga Kemenangan di LaCuisine Competition – SIAL Interfood 2024
Siswa SMK Kesatuan Bogor Boyong Tiga Kemenangan di LaCuisine Competition – SIAL Interfood 2024

RADAR BOGOR - Langkah taktis SMK Kesatuan Bogor untuk kembali mengikuti perhelatan LaCuisine Competition - SIAL Interfood 2024 membuahkah hasil yang sangat memuaskan.

Bagaimana tidak, sebanyak tiga orang siswa SMK Kesatuan Bogor jurusan kuliner, yang ikut mewakili sekolah membawa hasil memuaskan.

Ketiga SMK Kesatuan Bogor masing-masing membawa pulang kemenangan yaitu 1 Bronze Medal dan 2 Peringkat Diploma.

 Baca Juga: IDI Cabang Kabupaten Bogor Gelar Kapita Selekta Ke-VI, Wadah Pembaruan Ilmu bagi Dokter

LaCuisine Competition 2024 merupakan salah satu lomba memasak paling bergengsi di Indonesia, bahkan para pesertanya pun tidak hanya berasal dari kalangan pelajar.

Salah seorang guru pembimbing, Ali Sumpena mengungkapkan tiga orang siswa SMK Kesatuan Bogor itu harus bersaing dengan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga karyawan hotel.

Lebih lanjut Ali Sumpena menceritakan, bahwa tiga orang perwakilan siswa dari SMK Kesatuan Bogor itu masing-masing mengikuti kategori berbeda.

Ada yang ikut kategori Sate Nusantara, kategori Petit Cookies, dan kategori Mignardise.

“Alhamdulillah tiga tiganya menang, tidak sia-sia kami melakukan persiapan selama kurang lebih hampir 2 minggu, dan itu harus bergadang sampai jam 8 malam,” ujar Ali Sumpena.

Adapun tiga siswa yang berhasil membawa pulang kemenangan tersebut diantaranya, Rahadi Rahman, mendapatkan peringkat Diploma kategori lomba Sate Nusantara.

Sementara itu, salah seorang siswa SMK Kesatuan Bogor, Daniel Aprilius menjelaskan, untuk dapat peringkat diploma dalam ajang LaCuisine Competition 2024 bukanlah hal yang mudah.

"Apalagi ini pesertanya tidak hanya dari anak sekolah melainkan dari kalangan umum juga," ujarnya.

Menurutnya tantangan yang dihadapi yaitu ukuran, tekstur serta bentuk kue yang dibuatnya harus sama, sehingga dia perlu mengulang berkali-kali saat latihan di sekolah.

“Jadi kita bawa produk yang sudah dibuat di sekolah, di sana tinggal finishing dan plating saja. Untuk dapat peringkat diploma ini, saya perlu latihan 10 hari” ujar Daniel. 

Hal senada juga diutarakan oleh Michael, Ia mengaku untuk bisa meraih Bronze Medal kategori Petit Cookies dan Trophy Higher Score of Petit Cookies, memerlukan perjuangan panjang.

"Harus latihan terus di sekolah sebelum ikut competition, latihan membuat produknya secara berulang-ulang agar bisa tampil maksimal," sebutnya.

Dia menceritakan proses pembuatan petit cookies berbeda dengan kue kering pada umumnya, sebab tekstur kue harus benar benar diperhatikan.

“Ke depan targetnya bisa dapet gold, namun karena saya sudah kelas 12 jadi tahun berikutnya saya akan ikut secara independen,” pungkasnya.

Rahadi Rahman peraih peringkat diploma mengaku ini merupakan kali pertama dia mengikuti lomba.

Mengusung Sate Maranggi, dia mempersiapkan hal ini sejak dua minggu sebelum kegiatan. 

"Saya ikut LaCuisine Competition 2024 kategori Sate Nusantara, ini kali pertama saya ikut lomba ini, cukup seru dan bersyukur dengan peringkat diploma yang saya dapat," ungkapnya.

Dia sendiri baru duduk di kelas 10 saat ini. Dirinya berambisi untuk ikut kembali dan meraih medali yang lebih tinggi.

"Maunya ikut lagi supaya bisa dapat yang lebih dari sekarang," harapnya.

Guru pembimbing lain, Fanny Noviany Lamadlauw menambahkan setiap kategori memiliki tantangan masing-masing. Sehingga mereka harus mempersiapkan siswa dengan matang sebelum lomba.

"Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari setiap kategori yang diikuti, mereka harus giat berlatih dan menyisihkan waktu setiap hari untuk latihan membuat produknya" bebernya.

Dia menyebut siswanya sebenarnya belum puas dengan hasil yang didapatkan. Namun menurutnya ini sudah hasil yang baik bagi seorang siswa yang bertanding dengan kategori umum.

"Target kedepannya insya Allah kami akan menurunkan kembali siswa untuk beberapa mata lomba. Jadi tahun depan akan turun ke kategori yang lebih banyak lagi," ujarnya.

Sekedar informasi perhelatan LaCuisine Competition 2024 telah berlangsung selama tiga hari yang dimulai sejak 13 - 16 November 2024 lalu di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #LaCuisine Competition #smk kesatuan