RADAR BOGOR - Lewat kegiatan Gelar Karya Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), ratusan siswa di SMP PGRI 9 Kota Bogor diajak untuk melestarikan budaya Sunda, dengan bermain permainan tradisional.
Koordinator P5 SMP PGRI 9 Kota Bogor Diar Pujiyanti Mawar mengutarakan, permainan tradisional tersebut menjadi penting untuk dikenalkan kepada para siswanya.
Sebab menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi yang diterima anak-anak, khususnya di SMP PGRI 9 Kota Bogor, berpotensi kuat untuk menggerus segala macam bentuk kebudayaan Sunda, salah satunya permainan tradisional.
“Jadi kita mengenang lagi, karena mungkin ada bebebrapa siswa kita yang belum mengenal itu, siswa yang terlibat itu mulai dari kelas 7 sampai dengan kelas 8,” jelas Diar pada Radar Bogor.
Adapun permainan teadisional yang dikenalkan oleh pihak sekolah kepada para siswa itu diantaranya, galasin, engkle, kemudian permainan karet, lalu orai oraian.
Untuk menambah kemeriahan, kata Diar, permainan-permainan tradisional tersebut dikemas dalam berbagai macam sajian, ada yang menampilkan seni tari, hingga drama.
“Alhamdulillah semuanya semangat, kadang mereka juga pulangnya sore untuk mempersiapkan penampilan pada kegiatan hari ini,” ujar Diar pada Radar Bogor, Senin (25/11/2024).
Sementara itu, Kepala SMP PGRI 9 Bogor, Rukminingsih, menegaskan bahwa pihaknya merasa bangga, karena para siswanya masih berkenan untuk melestarikan permainan tradisional khas budaya Sunda.
Dengan begitu, Rukminingsih merasa yakin, jika gerakan tersebut terus digaungkan, maka segala macam bentuk kebudayaan khas Sunda tidak akan pernah lekang dimakan zaman.
“Karena walau bagaiamanapun ada atau tidaknya kebudayaan Sunda di Kota Bogor ini, tergantung dari mereka nih sebagai generasi penerus bangsa,” pungasknya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga