RADAR BOGOR—Dalam Anugerah Perkumpulan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar se-Indonesia yang diadakan di Yogyakarta pada 28-30 November 2024, PGSD FAIPG UNIDA meraih prestasi luar biasa.
PGSD FAIPG UNIDA berhasil meraih dua penghargaan dalam kegiatan yang dihadiri lebih dari 80 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta itu.
Antara lain, PGSD FAIPG UNIDA meraih Juara 1 Nasional dalam kategori Mahasiswa Berprestasi dan Juara 2 Terbaik PGSD Se-Indonesia dalam kategori Implementasi Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Nasional dan Internasional.
Dr. Helmia Tasti Adri, M.Pd.Si, Ketua Program Studi PGSD FAIPG UNIDA, menjelaskan bahwa Anugerah PPS PGSDI terdiri dari tiga kategori utama.
Yakni, Program Studi PGSD yang Berprestasi, Sesi Berbagi Praktik Terbaik, dan Pendampingan Penyusunan Workshop Kurikulum Berbasis Hasil (OBA).
Menurut Dr. Helmia Tasti Adri, M.Pd.Si, kegiatan ini merupakan sarana penting untuk meningkatkan kerja sama antar program studi PGSD di Indonesia.
"Kami berharap prestasi ini mampu membangkitkan semangat dosen dan mahasiswa untuk terus berprestasi, mengimplementasikan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan mengharumkan nama Universitas Djuanda di tingkat nasional maupun internasional," tuturnya.
Selain itu, Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E., Dekan FAIPG UNIDA, mengucapkan selamat kepada seluruh tim Program Studi PGSD yang telah mencapai hasil yang membanggakan ini.
"Selamat atas pencapaian luar biasa tim Prodi PGSD FAIPG UNIDA. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota UNIDA untuk terus maju dan mencetak generasi pendidik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di seluruh dunia," tuturnya.
Selain itu, Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I, M.C.E. menekankan betapa pentingnya transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
Dia melakukan ini dengan mendorong inovasi dan pengembangan kompetensi siswa dan dosen serta mengembangkan ekosistem pembelajaran yang responsif terhadap kemajuan teknologi dan tuntutan dunia.
Dia menyatakan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya sekadar mengubah metode pembelajaran, tetapi juga menyiapkan generasi pendidik yang mampu beradaptasi dengan perubahan cepat di era digital. (***)
Editor : Yosep Awaludin