RADAR BOGOR - Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Bogor menghelat pelatihan guru membaca kitab kuning, yang berlangsung selama dua hari, sejak Rabu (11/12/2024) hingga Kamis (12/12/2024) esok.
Ketua Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Bogor, Memet Jalaludin menuturkan, bahwa pelatihan membaca kitab kuning tersebut untuk para guru.
Ada sekira 50 orang guru yang mengikuti pelatihan membaca kitab kuning, di Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Bogor.
Baca Juga: Akhir Pekan Gelar Raker, KORMI Kota Bogor Bahas Agenda Penting, Ini Salah Satunya
“Mulai dari guru tingkatan Play Grup, TK, SD, SMP hingga guru-guru yang ada di Pesantren, semuanya berada dalam naungan yayasan kami,” jelasnya.
Memet menjelaskan, bahwa pelatihan kitab kuning ini, salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di setiap jenjang yang ada di yayasannya.
Jika para guru sudah paham tentang cara membaca kitab kuning, kata Memet, maka mereka juga akan mudah mengajarkan kepada para siswa dan siswi di tiap jenjang pendidikan.
Baca Juga: Pendakian Gunung Salak Ditutup, Balai TNGHS Bogor Sebut Cuaca Ekstrem Alasamnya
Lebih lanjut Memet mengatakan, metode yang digunakan pada pelatihan itu disebut dengan Metode 12 Jam Bisa Membaca Kitab Kuning, yang dirancang oleh Syukron Ma’mun.
“Kita berharap dengan metode 12 jam bisa membaca kita kuning ini guru-guru kita semakin berkualitas semakin profesional karena ini, insya allah berdampak pada murid dan santri,” ujarnya.
Di sisi lain, Memet menjelaskan bahwa sebelum adanya metode baru itu, Yayasan Perguruan Birrul Waalidain sudah merealisasikan metode Tamyiz dalam pelaksanaan pembelajaran kitab kuning.
Hanya saja, Memet menegaskan tiap ada metode baru, apalagi yang berkaitan dengan keilmuan islam, pihaknya selalu up to date dan mengajak para guru untuk ikut memahaminya.
“Karena kalau kita ingin maju, sebagai lembaga pendidikan tidak bisa menutup diri, artinya harus update terus,” tuturnya pada Radar Bogor, Rabu (11/12/2024).
Tidak lupa diakhir pembicaraan Memet menjelaskan sejumlah manfaat dari pembelejaran baca kitab kuning, salah satunya bisa memahami isi kandungan Alquran.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga