RADAR BOGOR - SMK Tridharma 2 Kota Bogor menghelat kegiatan Pentas Seni dan Sastra alias Pensra yang berlangsung selama tiga hari, sejak Senin (16/12/2024) hingga Rabu (18/12/2024).
Pensra SMK Tridharma 2 Kota Bogor ini merupakan agenda rutin yang setiap tahun konsisten diselenggarakan, dan kali ini sudah ke 18 kegiatan tersebut berlangsung.
Ada berbagai macam penampilan menarik yang disuguhkan dalam Pensra SMK Tridharma 2 Kota Bogor tersebut, dan salah satu yang menjadi sorotan yakni penampilan drama.
Bukan cuma drama biasa, melainkan alur cerita yang dibawakan mengandung banyak unsur sejarah di antaranya menggambarkan potret pembangunan alun-alun Kota Bogor.
Menariknya para penonton diajak untuk bernostalgia dengan latar suasana yang menggambarkan sebelum adanya revitalisasi taman topi menjadi alun-alun Kota Bogor.
Mulai dari pangkalan ojeknya, kemudian Stasiun Bogornya, hingga digambarkan pula para pedagang yang sedang menjajakan makanan di sekitar alun-alun Kota Bogor.
“Iya itu menceritakan proses pembangunan alun-alun Kota Bogor, mereka riset dan ternyata ada juga masyarakat yang merindukan suasana waktu masih menjadi taman topi, semua kita gambarkan disitu,” tutur Yuniarsih Koordinator Pensra.
Lebih lanjut Yuniarsih menjelaskan, sebenarnya ada dua tema yang diangkat dalam penampilan drama di kegiatan Pensra ke 18, yaitu budaya dan komedi.
Penampilan drama tersebut dilakukan oleh siswa kelas 12, jadi kata Yuniarsih masing-masing kelas dibebsakan untuk memilih alur cerita dari dua tema tersebut.
“Sekaligus ini menjadi projek akhir dari mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya, jadi mereka itu akan dinilai oleh para juri,” jelas Yuniarsih pada Radar Bogor.
Kemeriahan kegiatan Pensra itupun menuai sorotan positid dari bebagaj pihak, tanpa terkecuali Kepala SMK Tridharam 2 Bogor, Khaerul Saleh.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas penampilan para siswa di kegiatan Pensra tersebut, Khaerul mengaku dirinya mengetahui betul bagaiaman efort para siswa jelang penampilan.
“Mereka ini menyiapakan drama sudah dari dua bulan sampai tiga bulan lalu.Jadi mereka betul betul sudah bekerja keras,” ujar Khaerul Saleh, Selasa (17/12/2024).
Kahaeruk mengatakan alasan pihaknya rutin menyelanggarak Pensra itu, lantara dia ingin memberikan wadah bagi para siswa yang memiliki kemampuan dan bakat dibidang seni dan sastra.
“Dan yang paling penting, membangkitkan cinta tanah air, karena ini mayoritas cerita dramanya tentang keadaan yang ada di Indonesia, seperti misal tadi sejarah alun-alun Kota Bogor,” ucapnya.
Khaerul berharap lewat kegiatan Pensra ini para siswa dapat memiliki sofskill baru, sebab menurutnya kemampuan itulah yang saat ini dibutuhkan dalam dunia kerja.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga