Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Melihat Tiga Inovasi Terbaru IPB University Bogor, Bayi Tabung untuk Hewan Langka Sampai Kopi Luwak Enzimatis

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 17 Desember 2024 | 21:01 WIB
Inovasi yang dibuat oleh dosen IPB University.
Inovasi yang dibuat oleh dosen IPB University.

RADAR BOGOR - IPB University Bogor mengenalkan sejumlah inovasi mereka. Inovasi ini disebut sudah berhasil diterapkan dan bermanfaat untuk masyarakat luas.

Tiga inovasi yang mereka miliki yaitu Teknologi Bayi Tabung, Domba Premium, dan Kopi Luwak Enzimatis. Ketiganya dibuat oleh tiga orang peneliti IPB University Bogor berbeda lintas jurusan.

Inovasi IPB university Bogor pertama yaitu teknologi bayi tabung untuk manusia dan penyelamatan hewan langka dan dilindungi. Ini dilakukan dengan teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART) dan BioBank.

Prof Arief Boediono selaku peneliti bayi tabung ini mengatakan kematian bukanlah akhir dari kehidupan reproduksi. Mereka mengambil ovarium sapi betina dan testis sapi jantan untuk bisa menghasilkan embrio untuk hewan baru.

"Embrio yang dihasilkan bisa dilakukan transfer embrio sehingga dihasilkan anak sapi berasal dari induk yang sudah mati,” tuturnya dalam acara Pekan Riset dan Inovasi IPB 2024 di IPB International Convention Center (IICC), Senin (16/12).

Ini bisa menjadi solusi untuk mencegah kepunahan satwa langka dan dilindungi seperti badak Sumatera, harimau, anoa, dan lain-lain dapat dilakukan dengan penerapan teknologi tersebut. Selain dari itu mereka juga telah membuat bayi tabung untuk manusia.

"Pada kasus manusia biasanya dibutuhkan banyak sel sperma untuk bayi tabung namun inovasi kami hanya menggunakan satu sel sperma untuk proses pembuahan. Inovasi ini sudah menghasilkan 6 ribu anak untuk pasangan di Indonesia," ujarnya.

Inovasi kedua yaitu inovasi kopi Luwak dengan bantuan bakteri tanpa melewati pencernaan hewan luwak asli. Ini agar tak perlu bergantung lagi pada hewan Luwak untuk menghasilkan kopi yang serupa.

Prof Erliza peneliti inovasi ini mengatakan proses pembuatan kopi dengan bakteri ini disebut teknologi enzimatism. Teknologi yang mengadaptasi kondisi fermentasi biji kopi di dalam pencernaan hewan luwak.

"Teknik ini dipilih karena identik dengan proses terbentuknya kopi luwak, yaitu luwak mendegradasi kulit kopi dan mengeluarkan biji dalam feses,” sebutnya.

Dari segi konsumen, persepsi kopi sebagai hasil dari feses luwak menimbulkan keengganan untuk mengonsumsi kopi luwak. Lalu dalam hal nutrisi kopi ini baik untuk kesehatan karena menghasilkan asam-asam yang baik untuk kesehatan seperti asam laktat, butirat, dan askorbat.

"Inovasi ini bisa menjadi solusi atas keterbatasan produksi kopi luwak sehingga tingkat produksi bisa semakin banyak dibanding sebelumnya," ujarnya.

Kemudian inovasi ketiga yaitu inovasi Domba Premium yang memiliki kualitas daging dan nutrisi terbaik. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung swasembada daging dan penyediaan pangan sehat dan bergizi asal ternak.

“Domba Premium merupakan inovasi terkini berbasis rapid test untuk menghasilkan bibit dan kualitas daging domba dengan keunggulan nutrisi dan gizi terbaik,” kata penelitinya, Prof Asep Gunawan.

Keunggulannya antara lain kaya kandungan asam lemak tak jenuh, rendah kolesterol, off odor (prengus) rendah, dan kandungan mineral terbaik. Selain itu, secara kuantitas Domba Premium memiliki bobot karkas besar dengan tingkat keempukan daging tinggi.

"Inovasi domba premium ini telah terdiseminasi dan menyebar di wilayah Indonesia melalui berdirinya Breeding Center Domba Premium," katanya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #inovasi #ipb university