RADAR BOGOR - Kemajuan teknologi dan informasi mempengaruhi sebagian besar kehidupan anak-anak di Indonesia, tanpa terkecuali mereka yang lahir di Kota Bogor.
Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang sudah lupa dan tidak pernah merasakan keseruan permainan tradisional zaman dulu.
Maka atas dasar itulah, SDN Kebon Pedes 1 Bogor, berinisiatif membawa semangat untuk mengenalkan kembali eksistensi permainan tradisional kepada para siswa dan siswinya.
“Kita kenalkan mereka berbagai macam permainan tradisional, ada galasin, engkle, congklak, permainan lompat karet, egrang, terompah,” ungkap Zainal Abidin, Kepala SDN Kebon Pedes 1 Bogor.
Meski waktunya terbatas, kata Zainal, paling tidak para siswa dan siswinya bisa merasakan bagaimana keseruan bermain permainan tradisional ala zaman dulu.
Zainal menjelaskan selain keseruan yang bisa didapatkan, lewat permainan tradisional ini para siswa juga dapat memahami pentingnya arti dari sebuah kebersamaan.
“Ada olahraganya, keseniannya juga ada, kita ingin mengajarkan mereka bahwa permainan tradisional itu juga banyak manfaat yang bisa dirasakan,” tutur Zainal, Jumat (20/12/2024).
Pengenalan permainan tradisional yang dilakukan oleh SDN Kebon Pedes 1 itu dikemas dalam satu kegiatan yang disebut dengan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Zainal menuturkan kegiatan tersebut sudah berlangsung selama dua hari, sejak kemarin, Kamis (19/12/2024) hingga hari ini, Jumat (20/12/2024).
Berdasarkan pantauan Radar Bogor, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan berbagai macam penampilan kesenian, seperti tari pramuka hingga tarian tradisional khas nusantara.
“Supaya acaranya lebih seru, dan tidak membosankan, kita hadirkan juga orang tua untuk menyaksikan kegiatan anak-anaknya,” ucap Zainal.
Melalui kegiatan itu, Zainal berharap para siswa dan siswinya tidak larut dengan kecanggihan gadget atau gawai, tapi bisa juga melestarikan permainan-permainan tradisional. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin