RADAR BOGOR - Ratusan siswa SMA Borces Ashokal Hajar alias Boash antusias mengikuti kegiatan Smafoodfest yang berlangsung pada, Jumat (20/12/2024).
Penanggung Jawab Smafoodfest SMA Borces Ashokal Hajar Bogor, In-in Nurzulia Qur’aeni menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan disekolahnya.
“Bertujuan untuk menumbuhkan jiwa enterpreneurship siswa sejak dini, terlebih kan itu sekarang sedang marak banget digalakkan, sehingga menjadi penting bagi mereka,” ujar In-in di SMA Borces Ashokal Hajar.
In-in menuturkan untuk merealisasikan tujuan tersebut, maka sejak tahun ajaran baru, pihaknya sudah mengajak para siswa untuk membuat perusahaan kelas.
Lengkap dengan struktur organisasi didalamnya, mulai dari direktur perusahaan, manajemen keuangan, manajemen marketing hingga sampai pada bagian manajemen produksi.
“Nah untuk perusahaannya sendiri bergerak di makanan tradisional dari berbagia daerah ada Aceh,Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, pokonya dari Sabang sampai Merauke,” jelas In-in.
Penanggung Jawab Smafoodfest SMA Borces Ashokal Hajar Bogor itu juga menjelaskan bahwa para siswa diminta untuk melakukan riset terkait perusahaan serupa, untuk menganalisis kekurangan dan keunggulan.
“Kita ajarkan mereka anilisa 5W 1H terkait perusahaan sejenis, misal ada dicari kekurangan dan kelebihannnya yang bisa di adopsi ke perusahaan kecil kelasnya,” tutur In-in.
Menariknya, makanan tradisional yang disajikan oleh siswa SMA Boash di kegiatan Smafoodfest itu berasal dari keuntungan produksi yang sudah sejak lama dilakukan.
Jadi, kata In-in mereka hanya iuran diawal saja sebagai modal, sisanya para siswa diminta untuk mengelola keuangan tersebut untuk mencari keuntungan bagi perusahaan kecilnya.
“Saya berharap usahanya tidak berhenti sampai disini tapi berkelanjutan, karena sudah terbukti ada alumni kita juga berhasil mengembangkan usahanya yang dirintis lewat program Smafoodfest ini,” harapnya.
Kegiatan Smafoodfest ini juga menyisakan pengalaman menarik bagi para peserta, salah satunya Siti Nur Azizah siswa kelas 11 SMA Borces Ashokal Hajar.
Azizah mengaku, lewat program Smafoodfestival itu, dirinya bisa mendapatkan pelajaran tentang cara menyelesaikan permasalahan dalam sebuah perusahaan.
“Iya perusahaan saya sempat rugi, tapi kita sekelas berfikir, akhirnya kami berinisiatif untuk open PO lewat media sosial dan berhasil mengembalikan keuntungan,” tuturnya pada Radar Bogor.
Adapun perusahaan kecil yang dibentuk oleh Azizah bersama kawan sekelasnya diberi nama, Xitereats perusahaan makanan khas Jawa Timur.
“Iya kemungkinan ini bakal kita teruskan, karena pas PO kemarin banyak yang tertarik juga, kita jualan tahu walik yang kita modif dengan tambahan daging ayam,” pungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin