RADAR BOGOR - Wacana libur sekolah selama Ramadhan menuai berbagai reaksi, lalu apa kata Pakar Pendidikan Unpak Bogor?
Pemerintah melalui Kementerian Agama mewacanakan bakal meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar alias KBM selama bulan Ramadhan.
Wacana pemberlakuan sekolah libur selama Ramadhan diperuntukan untuk satuan pendidikan yang berada dalam naungan Kemenag seperti madrasah dan pondok pesantren.
Meski keputusannya belum sepenuhnya final, wacana libur sekolah saat Ramadhan ini terus mencuat dan menuai sorotan dari berbagai pihak, salah satunya Pakar Pendidikan Universitas Pakuan (Unpak) Bogor Prof Rais Hidayat.
Menurut Prof Rais, kebijakan libur atau tidaknya sekolah saat Ramadhan sebaiknya diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan yang ada.
“Soalnya kalau libur juga guru-guru dan siswa mau apa? Sekolah swasta yang punya program sanlat biarkan saja masuk karena bagus juga,” jelas Proff Rais kepada Radar Bogor.
Prof Rais menegaskan bahwa seharusnya Kemenag memberikan kebijakan alternatif. Sebab dirinya menilai bulan puasa adalah momentum untuk sama-sama melakukan berbagai macam kegiatan produktif.
“Sebenarnya bulan puasa itu kan bukan waktu untuk malas-malasan tapi bulan perjuangan,” tegas Prof Rais, Kamis (2/1/2025).
Lebih lanjut Jika wacana libur sekolah benar direalisasikan, maka Prof Rais sangat khawatir bahwa para guru dan siswa lebih asik bermain gawainya masing-masing ketimbang melakukan kegiatan positif.
Tidak hanya itu, Prof Rais juga menjelaskan bahwa pendidikan dan kegiatan keagamaan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan, sebab menurutnya belajar juga bagian dari praktik peribadatan.
“Jadi saya justru takut siswa dan guru hanya main gawai dan media sosial di rumah. Kalo ada pembiasan yang terencana dan terkontrol maka akan jauh lebih baik,” pungkasnya (rp1)
Editor : Eka Rahmawati